Trotoar Ibukota Diserbu Pencari Suaka, Ini Cara Anies Berikan Perhatian

129
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau beberapa fasilitas di Jakarta usai listrik padam.

MONITOR, Jakarta – Para pencari suaka kembali berkumpul di sejumlah Ibukota. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung menunjukkan perhatiannya dengan mencarikan tempat tinggal sementara dan memerintahkan anak buahnya untuk berdiskusi dengan Kemensos dan UNHCR.

“Kita tidak boleh mengusir mereka begitu saja karena mereka tidak punya tempat lain untuk tinggal. Tapi kita siapkan sampai mereka bisa diterima di Bambu Apus Jakarta Timur (milik Kemensos). ini akan dibicarakan tiga pihak,” kata Anies.

Menurut Anies, para pencari suaka harus bemar-benar diperhatikan karena terkait kemanusiaan.

“Intinya adalah mereka yang saat ini masih belum memiliki tempat karena belum bisa dipindah ke Bambu Apus, siang ini akan dibicarakan. Akan dicarikan tempat sementara,” ujar Anies.

Anies pun merinci ada 81 orang di trotoar Kebon Sirih. Tujuh warga Sudan dan 74 warga Afghanistan. Di tempat yang baru, Anies berjanji akan menyediakan kebutuhan dasar pencari suaka.

“Totalnya ada 17 kepala keluarga. Jadi siang ini akan dibicarakan pengaturannya seperti apa, (yang disiapkan) kebutuhan dasar, MCK,” jelasnya.

Di tempat terpisah Kepala Kesbangpol DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan, Pemda masih menunggu arahan dari Kemensos terkait lokasi untuk para pengungsi.

“Kemensos sudah menyatakan lokasi untuk para pengungsi di Bambu Apus, Jakarta Timur. Tapi kemungkinan tidak bisa menampung karena jumlah pengungsi semakin banyak. di Kalideres saat ini tercatat sekitar 600 orang,” kata Taufan.

Taufan melanjutkan, untuk memindahkan para pengungsi, Pemprov DKI tidak akan bersikap keras. Sebab itu akan menjadi sorotan negara lain.

“Apalagi baru teejadi kerusuhan Papua, jadi kita pelan-pelan saja terhadap pengungsi,” pungkasnya.