Darurat Asap Kebakaran Hutan dan Lahan

79
Infografik Kebakaran Hutan dan lahan monitor.co.id

MONITOR – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah menghasilkan kabut asap. Akibatnya, kualitas udara pun terganggu dan memburuk bagi kesehatan manusia.

Sejumlah Wilayah di Sumatera dan Kalimantan diselimuti kabut asap yang menyebabkan masalah kesehatan, pembatalan penerbangan, hingga jarak pandang yang menurun.

beberapa wilayah yang terdampak kabut asap diantaranya Kepulauan Riau, Jambi, Palembang, Banjarmasin Kalimantan Selatan,Palangkaraya, dan Kalimantan barat.

Berdasarkan data BNPB pada 15 September 2019, ada 2.862 titik panas. Untuk wilayah Kalimantan Tengah memiliki titik api (hotspot) terbanyak,yakni 954 titik. Kemudian, disusulKalimantan Barat 527 titik api;Sumatera Selatan 366 titik api;Jambi 222 titik api;Kalimantan Selatan 119 titik api,dan Riau 59 titik api.

Pemerintah Pusat melakukan bantuan dengan mengerahkan 9072 personel, 42 Helikopter, Hujan buatan, dan lain-lain Semua perlu bersinergi dan bekerja sama mulai dari gubernur, bupati, wali kota, camat, kades, lurah, dan semua tokoh masyarakat untuk memadamkan karhutla ini

Kabut asap bahkan meluas hingga ke Malaysia dan Singapura, di Malaysia sendiri Departemen pendidikan negara telah menutup lebih dari 409 sekolah. Penutupan dilakukan guna meminimalisir dampak buruk asap pada para pelajar.