Upaya Cegah Langkah Firli Bahuri, IPW: KPK Mulai Gunakan ‘Jurus Mabuk’

4149
Ketua Presidium IPW : Neta S Pane (monitor.co.id)

MONITOR, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan bahwa oknum KPK mulai menggunakan ‘jurus mabuknya’ dalam upaya mencegah Firli Bahuri sebagai salah satu calon pimpinan (Capim) KPK.

Seperti diberitakan, KPK menyampaikan bahwa Firli yang merupakan mantan deputi penindakan lembaga antikorupsi, melakukan pelanggaran kode etik berat.

“Mereka melakukan berbagai manuver politik pembunuhan karakter tanpa fakta hukum, dengan menggelar berbagai aksi dan jumpa pers,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Kamis (12/9).

Dengan sikap yang ditunjukan institusi anti rasuah tersebut, Neta menduga bahwa ada dua Capim KPK yang kemudian ditakuti oleh institusi ad hoc pimpinan Agus Rahardjo itu.

“Kami menilai dari semua Capim KPK hanya ada dua orang yang ditakutkan oknum KPK, keduanya dari Polri, yakni Antam dan Firli. Sedangkan Antam sudah gugur dan oknum-oknum KPK merasa sudah menang dan mereka tinggal menghadapi Firli dengan berbagai tuduhan dan fitnahnya,” ujar dia.

“Ironisnya dalam jumpa persnya yang dikakukan KPK tersebut tidak menyebutkan bukti-bukti tuduhan mereka secara konkrit, misalnya kapan sidang etik pernah dilakukan terhadap Firli, apa keputusan sidang etik itu, dan nomor berapa surat keputusan sidang etik itu,” ucap Neta.

Oleh karena itu, IPW, sambung Neta menilai jumpa pers yang dilakukan KPK sangat jelas sekali sebagai upaya melakukan pembunuhan karakter seseorang.

“IPW menilai jumpa pers oknum-oknum KPK itu hanya sebuah manuver politik pembunuhan karakter untuk mengganjal Firli menjadi ketua KPK,” pungkas Neta.