MEGAPOLITAN

Soroti TGUPP Bentukan Anies, DPRD DKI Jakarta: Kinerjanya Tidak Jelas

MONITOR, Jakarta – Kalangan wakil rakyat Jakarta saat ini sedang gencar menyorot kinerja Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Pasalnya, para politisi Kebon Sirih ini tak bisa mengukur keberhasilan kinerja dari orang-orang Anies tersebut. Di lain pihak keberadaan TGUPP ini setiap tahunnya membebani APBD DKI.

“TGUPP ini digaji pake uang rakyat Jakarta loh. Dimana ada belasan miliar duit APBD DKI setiap tahunnya dikeluarkan untuk puluhan orang TGUPP. Sementara tolak ukur penilaian kinerja TGUPP tidak jelas sejauh mana keberhasilannya,” ungkap anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Syahrial kepada MONITOR, di Gedung DPRD DKI Jakarta.

Karena tolak ukur penilaian kinerjanya tak jelas, Mantan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta ini pun meminta Anies untuk mempertimbangkan kembali keberadaan TGUPP.

“Kami sebagai anggota DPRD wajib mempertanyakan kinerja mereka (TGUPP) karena ada uang rakyat yang digunakan untuk membiayai mereka. Dana APBD yang digelontorkan untuk biaya gaji mereka sangat besar. Tahun ini saja mencapai Rp 18 miliar,” katanya.

Syahrial pun mengatakan, dewan bisa memanggil TGUPP untuk mempertanyakan kinerja mereka. “Dewan akan panggil lewat Komisi A,” tegasnya.

Diketahui, selama ini, satu-satunya yang bisa menilai kerja TGUPP hanya gubernur. Di sinilah letak masalahnya.

Bila menelisik output TGUPP, yang terlihat hanya beberapa, seperti penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau reklamasi dan apartemen yang masih jadi masalah. Setidaknya, dua itu yang terlihat dari pemberitaan.

Kebijakan yang sulit dipantau itu mendapatkan porsi besar dalam anggaran. Pada 2017, TGUPP menerima jatah anggaran Rp890 juta, lalu melonjak Rp16,2 miliar pada 2018. Pada 2019, anggaran TGUPP dalam APBD Perubahan DKI Jakarta kembali meningkat menjadi Rp18,9 miliar.

Anggaran itu untuk gaji Ketua TGUPP, Ketua Bidang, anggota, dan narasumber. Dalam APBD Perubahan 2019 yang sudah disahkan, klasifikasi gaji anggota TGUPP dibagi menjadi sebelas komponen.

Untuk seorang ketua TGUPP, gajinya Rp51,5 juta. Sementara ketua Bidang, masing-masing digaji Rp41,2 juta.

Di bawah dua bidang itu ada gaji anggota, disesuaikan dengan grade masing-masing, antara lain: grade 1 (Rp31,7 juta); grade 2 (Rp26,5 juta); grade 2a (Rp24,9 juta); grade 2b (Rp20,8 juta); grade 3 (Rp15,3 juta); grade 3a (Rp13,5 juta); grade 3b (Rp9,8 juta); grade 3c (Rp8 juta); dan narasumber Rp1 juta.

Recent Posts

Operasional Haji Hari ke-16, Kemenhaj Fokus Pada Penguatan Layanan Bimbingan Ibadah

MONITOR, Jakarta - Memasuki hari ke-16 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi, Kemenhaj menegaskan…

55 menit yang lalu

JMM: Oknum Kiai Tersangka Pelecehan Seksual di Pati Layak Dikebiri

MONITOR, Jakarta — Jaringan Muslim Madani (JMM) mengecam keras dugaan kasus kekerasan seksual yang diduga…

3 jam yang lalu

Neraca Dagang RI Surplus 71 Bulan Beruntun, Ekspor Industri Pengolahan Jadi Penopang Utama Kuartal I 2026

MONITOR, Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali surplus USD 3,32 miliar pada Maret 2026. Capaian…

4 jam yang lalu

Transformasi Digital Berbuah Hasil, JMTO Raih Penghargaan Public Service Call Center CCSEA 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) yang mengelola Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC)…

5 jam yang lalu

Kemenperin–Kemenpora Sinergi Pacu Daya Saing Industri Olahraga Nasional

MONITOR, Jakarta - Industri olahraga nasional memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak ekonomi yang mampu…

6 jam yang lalu

Legislator Sebut Meroketnya Harga BBM Berpengaruh ke Ketahanan Pangan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyoroti dampak kenaikan harga Bahan…

7 jam yang lalu