MUI Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya BJ Habibie

23
Presiden RI ke-3, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng

MONITOR, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3, Prof. Dr. Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie, FREng pada hari Rabu (11/9) jam 18.05 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

“Semoga almarhum husnul khotimah diampuni semua dosa dan kesalahannya, dilipat gandakan pahala amal ibadahnya dan diberikan tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan dan ketabahan,” kata Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi menalui keterangan tertulis di Jakarta.

Menurutnya, seluruh masyarakat Indonesia kehilangan seorang putra terbaik bangsa yang menjadi inspirasi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“BJ Habibie namanya sudah menjadi legenda yang melekat di hati seluruh rakyat Indonesia, bukan saja karena beliau sebagai mantan Presiden RI ke 3, tetapi almarhum adalah tokoh nasional yang memiliki segudang prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” Imbuh Zainut.

“Beliau pemimpin yang membuka kran demokrasi yang hampir tersumbat sehingga rakyat Indonesia dapat kembali menikmati kebebasan dan kemerdekaan yang hampir tiga dekade hilang,” Sambungnya.

Diakui Zainut, Profesor BJ Habibie adalah sosok intektual muslim yang menjadi penggerak bangkitnya gerakan modernisasi Islam di Indonesia. “Beliau adalah Ketua Umum pertama organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang menjadi wadah berhimpunnya para kaum terdidik (intelectual) dari kalangan kelas menengah kaum santri Indonesia,” pungkas Zainut.

Selain itu, sebagai seorang suami dan ayah dari sebuah keluarga, BJ Habibie telah memberikan contoh dan teladan bagi keluarga Indonesia, bagaimana membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, rukun dan penuh dengan kehangatan, cinta dan kasih sayang.

Selamat jalan Bapak BJ Habibie, seluruh rakyat Indonesia mengiringimu dengan doa menuju tempat keabadianmu, semoga Allah SWT merahmatimu. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu, waj’alil jannata matswahu,” Tutupnya.