PT JKC Lanjutkan Pengerjaan Konstruksi Tol Cengkareng-Kunciran

67
Jalan Tol Cengkareng-Kunciran

MONITOR, Jakarta – Hingga awal September 2019, progres konstruksi Jalan Tol JORR II Ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran yang dikelola oleh salah satu anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), saat ini mencapai 57,82% dan progres pembebasan lahan telah mencapai 80,79%.

Di minggu ini, PT Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC) kembali melanjutkan pekerjaan erection Steel Box Girder (SBG) di jalan tol dengan total panjang 14,19 km ini yang terletak di Ramp 2 Kunciran Junction yang merupakan Ramp dari arah Cengkareng menuju Merak.

“Pekerjaan akan dilaksanakan selama 4 hari ke depan pada periode window time (pukul 23.00-04.00 WIB) yang dimulai sejak malam ini, 11 September dan berakhir pada 14 September 2019,” ujar Direktur Utama
PT Jasamarga Kunciran Cengkareng, Agus Suharjanto dalam keterangan tertulis, Rabu (11/9).

Pengerjaan erection Steel Box Girder (SBG) Jalan Tol Cengkareng-Kunciran

Lebih lanjut ia menekankan, keamanan dan keselamatan menjadi prioritas dalam pekerjaan erection steel box girder ini. Oleh karena itu, PT JKC selaku pengelola Jalan Tol JORR II Ruas Cengkareng-Batuceper-Kunciran bekerjasama dengan Kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) detour, dimana kendaraan akan dialihkan melalui jalan pengalihan yang telah disediakan di sisi bahu jalan tol pada kedua arah, baik arah Jakarta/Tomang maupun arah Tangerang/Merak.

Detour akan diberlakukan di bentang P1-P3 Ramp 2 KM 15+000 pada Jalan Tol Jakarta-Tangerang di kedua arah selama pekerjaan berlangsung, dengan rincian titik awal detour sebagai berikut:
• Arah Jakarta dimulai dari KM 15+200 sampai dengan KM 15+000
• Arah Merak dimulai pada KM 15+000 sampai dengan KM 15+400.

PT JKC akan melakukan empat erection SBG pada jembatan yang melintang di atas Jalan Tol Jakarta-Tangerang tersebut. Keempat SBG dimaksud memiliki panjang bentang yang berbeda-beda, dengan bentang terpanjang adalah 55,2 meter.

“Jasa Marga mohon maaf atas ketidaknyamanan akibat pekerjaan ini, tetap berhati-hati, mentaati arahan petugas di lapangan, mematuhi rambu-rambu lalin yang ada serta mengatur waktu perjalanan,” pungkasnya.