Ketua Presedium Indonesian Police Watch (IPW) melakukan RDPU dengan Komisi III DPR (Foto: Sapto)
MONITOR, Jakarta – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane menyebutkan, sebagai sebuah lembaga pemberantasan korupsi KPK seharusnya senantiasa memberikan contoh dan keyakinan kepada masyarakat akan tertib administrasi dan tertib keuangan.
Tetapi faktanya, sambung dia, status KPK yang wajar dengan pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menunjukan lembaga institusi anti rasuah, sangatlah naif.
“Tidak tertib administrasi dan tidak tertib keuangan, sehingga bisa disimpulkan bahwa KPK yang berpotensi menyimpang dalam hal keuangan (korupsi),” kata Neta dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU), di Komisi III DPR, Selasa (10/9).
Bagaimana kemudian, sambung Neta, KPK sebagai ‘sapu kotor’ hendak tampil membersihkan korupsi?. Di sisi lain, imbuhnya, KPK pun tidak transparan kepada BPK dalam melaporkan sejumlah barang sitaan yang disita dari para tersangka korupsi.
“Ada sejumlah usaha (bisnis) tersangka korupsi yang disita KPK, hingga kini masih beroperasi tanpa kejelasan uang hasil pengelolaannya diberikan kepada siapa?,” pungkasnya.
MONITOR, Pelalawan — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci…
MONITOR, Halmahera Timur - Harapan warga Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, untuk…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan perusahaan industri dalam…
MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…
MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…