PENDIDIKAN

Program ‘Aksi’ Bekali Guru Cegah Penyalahgunaan Narkoba bagi Siswa

MONITOR, Jakarta – Bahaya narkoba yang mengancam generasi muda Indonesia melatarbelakangi Kemendikbud dalam meluncurkan Program “Aksi” untuk para guru.

Program “Aksi” berfokus pada pencegahan permasalahan kesehatan reproduksi dan bahaya penyalahgunaan narkoba dengan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan pada guru.

Program ini diharapkan dapat melindungi peserta didik dari perilaku seksual berisiko dan bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak generasi bangsa yang berkualitas.

Kegiatan yang dilakukan dalam Program “Aksi” adalah mengadakan pelatihan untuk menguatkan keterampilan guru dalam menyosialisasikan permasalahan kesehatan reproduksi dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

Dalam pelatihan tersebut, guru juga didorong untuk menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan dilaksanakan di sekolah masing-masing, dan mengadakan pengawasan ketercapaian RTL tersebut.

Di bawah Subdirektorat Program dan Evaluasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kemendikbud menggandeng Kementerian Kesehatan, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Kementerian Agama dalam menjalankan program “Aksi”.

Program ini menargetkan audiens dari sekolah-sekolah di 34 provinsi, dan hingga saat ini telah direalisasikan di 10 provinsi.

Kasubdit Program dan Evaluasi Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tina Jupartini, mengatakan indikator keberhasilan program tersebut dapat dilihat dari pemahaman guru terhadap materi yang akan disosialisasikan serta keterampilan guru dalam mengimplementasikan pemahaman tersebut kepada para peserta didiknya.

Hal itu diungkapkannya pada Pleno Pemilihan Guru Berprestasi Berdedikasi dan Kreativitas Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang merupakan rangkaian kegiatan Pemilihan Guru dan Tenaga Pendidikan Berprestasi dan Berdedikasi 2019 di Jakarta, Kamis, (15/8/2019).

Tina mengatakan, masalah kesehatan reproduksi dan bahaya penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan krusial yang belum dimunculkan secara eksplisit dalam semua mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Meski begitu, kedua topik itu pada dasarnya berkaitan erat dengan beberapa mata pelajaran dasar, seperti biologi, pendidikan jasmani dan kesehatan, serta pendidikan agama.

Ia menuturkan, latar belakang pengusungan program ini adalah karena masalah kesehatan reproduksi dan bahaya penyalahgunaan narkoba menjadi tantangan utama yang menjadi ancaman bagi peserta didik bangsa Indonesia.

Tantangan ini menjadi begitu genting jika kita menelaah angka kerugian yang dihasilkan dari dua permasalahan tersebut.

“Sekarang kekerasan itu 100 kasus sepanjang tahun, narkoba sebanyak 5,1 juta pengguna, 15 ribu meninggal setiap tahun ini. Itu data dari BNN. Pornografi dan cybercrime, juga penyimpangan seksual, lalu krisis kepribadian bangsa dan melemahnya kehidupan berbangsa dan bernegara. Ini sangat masif penyebarannya,” ujar Tina.

Selain perihal narkoba, Tina juga menjelaskan bagaimana bahaya yang dapat dirasakan dalam skala nasional apabila pencegahan permasalahan kesehatan reproduksi tidak digalakkan.

Recent Posts

Diskon Tol 30 Persen Dongkrak Arus Balik, 315 Ribu Kendaraan Melintas di Cikampek Utama

MONITOR, Cikampek – Arus balik Idulfitri 1447 H/2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta mengalami…

54 detik yang lalu

UIN Jakarta Masuk Peringkat 29 Universitas Terbaik Dunia

MONITOR, Jakarta — Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menorehkan prestasi gemilang di…

22 menit yang lalu

Jasa Marga Perbarui Aplikasi Travoy dengan Beragam Inovasi Fitur

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat transformasi layanan berbasis digital guna…

12 jam yang lalu

TNI Bangun Jembatan Garuda dan Perbaiki Rumah Warga di Tangerang

MONITOR, Tangerang – TNI melalui Kodam Jaya/Jayakarta memperkuat kemanunggalan dengan masyarakat lewat pembangunan infrastruktur dan program…

12 jam yang lalu

Harga Pangan Terkendali Selama Ramadan, Presiden Prabowo: Good Job

MONITOR, Jakarta — Kondisi gejolak geopolitik di Timur Tengah yang membayangi sejak awal Ramadan tahun…

14 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga: Diskon Tarif Tol 30 Persen Kembali Berlaku Hari Ini

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa…

14 jam yang lalu