Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Soekartono. Foto: Ist
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi V DPR Bambang Haryo Soekartono menilai pemerintah tidak terlalu peduli dengan nyawa publik dengan terus memotong anggaran milik Badan SAR Nasional (Basarnas) selama tiga tahun berturut-turut.
Padahal, sambung dia, Indonesia merupakan wilayah yang berada di ring of fire dan rentan dengan bahaya bencana, sehingga sangat membutuhkan Basarnas yang kuat dalam penanganan penyelamatan.
“Anggaran Basarnas sangat dibutuhkan. Apalagi, pada posisi ring of fire kita, perlu memperkuat Basarnas. Indonesia juga telah meratifikasi protokol International Maritime Organization sebagai negara yang punya lautan luas,” kata Bambang, di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (4/9).
“Kami menganggap tidak ada perhatian pemerintah terhadap nyawa publik yang harganya tidak terhingga,” tambahnya.
Menurut dia, Basarnas sendiri pernah mengajukan anggaran sebesar Rp 4 triliun, namun dipotong Rp 2 triliun.
Tidak hanya itu, politisi Gerindra ini membandingkan atas rencana pemerintah membangun jembatan pada tahun 2020 yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Bangka dengan anggaran Rp 15 triliun.
Jembatan itu, imbuh Bambang, hanya dilewati 10 kendaran per jam. Jadi cenderung mubazir.
Lebih baik, anggaran tersebut dialokasikan untuk memperkuat Basarnas yang tujuannya untuk menyelamatkan nyawa publik.
“Kami prihatin dengan kebijakan Kementerian Keuangan dan Bappenas yang tidak peduli dengan keselamatan nyawa publik tersebut,” pungkas dia.
MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…
MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…