Iuran BPJS Kesehatan Naik, Buruh Akan Gelar Demo Besar-besaran

Ilustrasi aksi buruh

MONITOR, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demo besar-besaran menolak rencana pemerintah menaikkan iuran BPJS kesehatan.

Menurut Ketua KSPI Said Iqbal, kegagalan dalam mengelola BPJS Kesehatan tidak dibebankan kepada rakyat. Seharusnya, yang dilakukan pemerintah adalah menambah kepersertaan BPJS Kesehatan dan menaikkan anggaran untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibayarkan pemerintah.

“Aksi ini akan diikuti oleh 150 buruh,” kata Said, Selasa (3/9).

Said menambahkan, aksi menolak rencana kenaikan BPJS Kesehatan ini tidak hanya dilakukan di Jakarta. KSPI di 10 kota besar akan ikut menggelar aksi serupa.

“Aksi 10 kota besar dilakukan seperti di Bandung, Batam, Aceh dan lainnya, Dalam bentuk gerakan KSPI sedang mengajak serikat buruh tanggal 2 Oktober,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengeluarkan usulan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan kelas I, II dan III. Ini demi mengatasi defisit BPJS yang terjadi sejak 2014.

Iuran kelas I yang awalnya Rp80 ribu, diusulkan naik menjadi Rp160 ribu. Untuk kelas III dari Rp25,5 ribu menjadi Rp42 ribu dan kelas II dari Rp51 ribu menjadi Rp110 ribu. Namun, kenaikan iuran BPJS Kesehatan baru berstatus wacana. Belum ada persetujuan dari Presiden Joko Widodo.