Ngebet Pengen Gabung Jakarta, Walkot Bekasi Datangi Kediaman Ridwan Saidi

493
Walikota Bekasi, Rahmat Effendi

MONITOR, Jakarta – Keinginan Walikota (Walkot) Bekasi Rahmat Effendi agar pemerintahannya bisa bergabung dengan Pemprov DKI Jakarta tak main-main. Ini dibuktikan orang nomor satu di Bekasi tersebut dengan mendatangi kediaman Budayawan Betawi Ridwan Saidi di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (21/8).

Mathar Kamal pegiat Budaya Betawi, yang juga orang dekat Ridwan Saidi, membenarkan kalau Walkot Bekasi Rahmat Effendi atau yang akrab di sapa Pepen mendatangi rumah kediaman Ridwan Saidi untuk berkonsultasi rencana gabung dengan Provinsi DKI Jakarta.

“Ya, Bang Pepen dateng bareng doktor Ali Anwar (sejarahwan Bekasi) untuk berdiskusi. Bang Pepen minta pendapat keseluruhan perencanaan dari Babe Ridwan Saidi tentang sikap Kota Bekasi gabung dengan Provinsi DKI Jakarta,” ujarnya.

Dikatakan Mathar, Bang Pepen pun minta kepastian babe Ridwan Saidi untuk mendukung penggabungan Kota Bekasi.

Sementara itu, usai berdiskusi dengan Ridwan, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, kalau Bekasi dinyatakan bisa bergabung dengan Jakarta, maka berikutnya menyusul Depok dan Tangerang Selatan (Tangsel).

“Saya rasa setelah Bekasi, Depok dan Tangsel juga bakal bersikap gabung dengan Jakarta,” ujarnya.

Dikatakannya, Sesuai SK Presiden Sukarno 23 September 1945, pembentukan Daerah Kotapraja Djakarta Raja, bakalan terwujud kembali ke asal.

“Bisa jadi Kota Tangerang bakalan ikut. Rencana pembentukan Provinsi Tangerang Raya bisa batal,” pungkasnya.

Sementara itu Gubernur Jakarta, Anies Bawedan mengatakan, pemekaran suatu wilayah merupakan wewenang pemerintah pusat.

Provinsi DKI, kata Anies, akan mengikuti segala keputusan pemerintah pusat, termasuk nantinya jika menyetujui pemekaran wilayah Jakarta.

“Kita adalah sebuah negara kesatuan. Pembagian wilayah adalah wewenang dari pemerintah pusat. Jadi secara prinsip Pemprov DKI akan memang harus mentaati keputusan pemerintah pusat,” kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Senin (19/8).

Anies mempersilahkan pihak yang berkepentingan untuk mengajukan wacana pemekaran kepada pemerintah pusat. Ia mengaku akan menghargai pendapat warga yang mengajukan aspirasi tersebut.

Jika nanti pemerintah pusat memerintahkan DKI melakukan pemekaran, maka Anies bilang DKI siap menjalankannya.