Ganjil Genap Diperluas, BPTJ Siapkan 41.000 Bus Listrik

27
Ilustrasi: Bus Transjakarta

MONITOR, Jakarta – Setelah Pemprov DKI resmi memperluas perluasan sistem ganjil dan genap di jalanan Ibu Kota. Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, mengatakan pihaknya akan menyiapkan 41.000 unit bus listrik.

Strategi ini dilakukan juga sebagai bentuk respons untuk mngurangi penggunaan kendaraan pribadi di Jakarta. Masyarakat diharapkan beralih ke moda transportasi massal karena variasi angkutan umum sudah semakin banyak dan nyaman.

“Ganjil genap kan masih uji coba. Jadi kami harus siapkan naiknya kebutuhan masyarakat akan transportasi umum ini. Kami BPTJ punya roadmap untuk pengembangan bus listrik. Sampai 2024 target kami adalah 41.000 unit,” ujar Bambang, Selasa (20/8).

Bambang menargetkan sudah ada 2.000 unit bus listrik yang turun ke jalan pada 2020. BPTJ pun memberi sinyal bakal terus menambah armada karena target 41.000 unit bus listrik masih minim jika dibandingkan pengguna kendaraan pribadi di Ibu Kota.

“Sekarang saja roda empat bisa sampai 3-4 juta, kemudian roda dua lebih banyak lagi, sampai 13-15 juta. Oleh karena itu, target pemerintah angkutan umum dulu bisa semua digantikan,” kata Bambang.

Bus listrik nanti bakal memiliki dua jenis, yakni dengan dek tinggi dan sebaliknya. Kedua model bus itu pun sama dengan armada Transjakarta yang sudah beroperasi saat ini.