Anies Sebut Orang Betawi Punya Peran Penting di Kemerdekaan

539
Gubernur DKI Anies Baswedan memimpin upacara HUT RI ke-74

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didaulat menjadi inspektur upacara HUT Kemerdekaan ke-74 yang digelar di lahan hasil reklamasi.

Diikuti oleh 4.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), mereka tampak memadati kawasan Pulau D reklamasi atau Pantai Maju, Jakarta Utara. Upacara dimulai sekira pukul 07.25 WIB.

Dalam pidatonya Anies, menyinggung adanya peran masyarakat Betawi yang telah memfasilitasi terjadinya persimpulan antar seluruh unsur bangsa Indonesia.

Menurut, Anies sejak lama kota Jakarta telah menjadi simpul percontohan persatuan Indonesia, karena ada masyarakat yang sejak dahulu menyambut dengan terbuka seluruh warga Indonesia dengan kehangatan, menyambut setiap tamu dengan kesetaraan dan keterbukaan. Hal itu telah membuat Kota Jakarta menjadi kota yang ramah bagi semuanya.

“Dikota ini pula persatuan dirajut. Di Kota Jakarta ini pula deklarasi-deklarasi penting yang menyangkut bangsa dan negara dilaksanakan. Itu semua berkat masyarakat Betawi yang telah memfasilitasi terjadinya persimpulan antar seluruh unsur bangsa Indonesia,” ujar Anies.

Oleh karena itu, Anies pun mengajak agar semua masyarakat memanfaatkan berkah dan nikmat di hari kemerdekaan Republik Indonesia ini untuk bersyukur bersama, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap kokoh, tetap kuat, dan rakyatnya senantiasa rukun, bersatu padu dalam bingkai persatuan dan kesatuan nasional.

“Kemerdekaan diraih melalui perjuangan yang amat panjang. Perjuangan dan pengorbanan panjang para pahlawan dan pendiri negara dengan segala keterbatasan yang mereka miliki membuahkan hasil: membebaskan bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan, mewujudkan cita-cita mulia yaitu merdeka,” tegasnya.

Namun demikian kata Anies, merdeka bukan hanya untuk menggulung kolonialisme. Merdeka adalah untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemerdekaan bukanlah akhir dari perjalanan. Tapi ini adalah awal untuk membangun kemandirian bangsa.

“Kemerdekaan pada hakikatnya adalah bagaimana suatu bangsa dapat mandiri dalam segala aspek kehidupan. Kemerdekaan adalah kebebasan untuk mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara, mewujudkan kesetaraan dan keadilan untuk semua,” terang Anies.

Dikatakan Anies, dengan semangat nasionalisme, kita melangkah maju, melakukan perubahan, terus menciptakan inovasi, terus membawa kreativitas untuk membawa kejayaan dan keunggulan bagi negeri Indonesia melalui pembangunan di berbagai bidang, peningkatan kualitas manusia, peningkatan kerja keras, peningkatan kolaborasi tanpa mengenal kata menyerah.

“Seperti yang dinyatakan oleh Bung Karno: kemerdekaan adalah jembatan emas menuju hari depan yang lebih baik dan cemerlang,” ungkapnya.

Segala perbedaan-perbedaan yang alamiah dan historis, baik sifatnya geografis, sosial, etnis, maupun agama, harus kita sikapi dengan pikiran dan hati yang jernih serta bijak. Walaupun berbeda, kita semua memiliki satu tekad dan tujuan yang sama. Menyatukan yang berbeda hanya dapat terlaksana apabila ada toleransi, bila tidak memperlebar perbedaan, menjaga persamaan berbagai ikatan darah sebangsa dan setanah air dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan ideologi Pancasila.

Anies pun mengajak juga kepada segenap elemen masyarakat merajut kembali kebersamaan.

‘Walau pernah ada perbedaan pandangan pilihan pada masa pemilu kemarin, mari bersama bersatu-padu membangun Indonesia yang lebih maju, yang lebih kuat, yang lebih unggul untuk mewujudkan masyarakat yang bahagia, sejahtera, adil dan makmur,” terangnya.

Dikatakan Anies, perbedaan adalah alamiah, bawaan yang amat manusiawi, ada sepanjang masa. Tetapi persatuan dan kebersamaan adalah hasil usaha. Persatuan tidak otomatis ada. Persatuan harus diusahakan. Persatuan harus diperjuangkan. Persatuan harus diraih bersama-sama.