PKS Ajak PAN Tetap Dijalur Oposisi, Ini Jawabannya

2754

MONITOR, Jakarta – Partai politik (Parpol) yang sebelumnya tergabung dalam koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, sepertinya masih bingung untuk menentukan langkah politik pasca pilpres 2019.

Bahkan partai PKS mengajak partai PAN agar tidak bergabung dengan koalisi pemerintah melainkan melainkan berada di jalur oposisi.

Menanggapi hal tersebut PAN mengapresiasi tawaran PKS.

Wasekjen partai PAN, Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa seluruh Parpol pendukung Prabowo-Sandiaga Uno tetap menjadi oposisi untuk menjadi penyeimbang.

“Ya, tentu saja kita apresiasi dengan sikap politik yang ditawakan PKS yah. Kepada partai eks pendukung Prabowo-Sandi, tentu keyakinan PKS tetap berada di oposisi diharapkan akan memberikan dampak positif bagi nasional,” ujar Saleh kepada wartawan, Kamis (15/8).

Namun demikian, hingga saat ini PAN belum bisa memastikan apakah akan ikut ajakan PKS untuk tetap menjadi penyeimbang bagi pemerintah atau merapat kebarisan pemerintah.

Hal ini menurut Saleh, diperlukan pengkajian di internal sehinga dalam mengambil keputusannya tidak terkesan Parpol ikut-ikutan.

Tentu tawaran yang disampaikan oleh PKS itu akan dibicarakan di masing-masing Parpol untuk jadi pertimbangan.

“Nantinya bisa menjadi landasan yang kuat untuk ditentukan sikap politik ke depan tanpa harus ‘ikut-ikutan’ dengan partai lain. PAN akan mengambil satu keputusan politik terbaik,” tuturnya.

Pada Prinsipnya, PAN akan merumuskan sendiri dalam menentukan sikap politik ke depan.

“Sekali lagi kita apreasi aja, tapi kita punya sikap sendiri yang nanti kita akan rumuskan sendiri,” tutupnya.

Seperti diketahui, PKS menginginkan agar seluruh Parpol yang sebelumnya tergabung dalam Koalisi Adil Makmur (KAM) pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar menjadi Parpol penyeimbang dengan duduk sebagai oposisi.