Soal Penumpang Gelap, Gerindra Bantah Ada HTI Dibalik Barisan Prabowo-Sandi

134
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade (dok: Harian Haluan)

MONITOR, Jakarta – Isu adanya penumpang gelap dalam tubuh pemenangan Prabowo Subianto terus bergulir. Bahkan belakangan beredar kabar penumpang gelap tersebut adalah organisasi yang dilarang di republik ini yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Menanggapi adanya kabar tersebut Waseksen Partai Gerindra Andre Rosiade pun angkat bicara. Andre membantah kalau HTI menjadi Penumpang gelap yang terlibat dalam pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019 kemarin.

“Di barisan pemenangan Pak Prabowo tak ada yang namanya HTI. Jadi kabar itu tidak benar,” tegas Andre kepada wartawan Rabu (14/8).

Namun, diakui Andre kalau penumpang gelap tersebut memang ada bahkan tamu tak diundang di barisan Prabowo-Sandi itu sempat meminta Prabowo agar membiarkan dan mendorong para ulama dan emak-emak untuk bentrok dalam aksi unjuk rasa saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di depan Gedung Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

“Sudah jelas penumpang itu orang yang datang ke Prabowo, membiarkan dan mendorong ulama dan emak-emak menjadi korban bentrokan dengan aparat,” ucapnya.

Namun, bisikan penumpang gelap itu dimentahkan oleh Prabowo. Prabowo tidak mau menerima ide-ide jahat penumpang gelap tersebut yang dapat membahayakan masyarakat.

“Prabowo tidak sepakat dengan itu, Prabowo enggak mau menerima ide-ide dia karena Prabowo itu patriot. Jadi siapapun juga enggak usah menambah-nambahin bumbu lah. Ini clear kok enggak ada dukungan dari HTI untuk Prabowo dan bang Sandi kok,” pungkasnya.