Ada Keterlibatan Anggota Dewan di Kasus Suap Impor Bawang Putih, Ini Kata Ketua DPR

94
Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo saat diwawancaraa awak media (IG Bamsoet)

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa DPR tetap berkomitmen dan mendukung pelaksanaan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia.

Hal itu menanggapi proses operasi tangkap tangan (OTT) terhadap 11 orang yang diduga terkait kasus suap dalam impor bawang putih atau impor produk hortikultura, pada Kamis (8/8) malam, dan adanya dugaan keterlibatan anggota Komisi VI DPR.

“DPR tetap berkomitmen dan mendukung terhadap pelaksanaan tugas KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/8).

Pun demikian, Bamsoet mengingatkan agar dalam menjalankan proses penegakan hukum KPK tetap memperhatikan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dan kesamaan hak di mata hukum (equality before the law) agar tidak terjadi Trial By Press atau peradilan dengan penggunaan media yang bersifat publikasi massa untuk menggiring opini publik.

“Menyampaikan bahwa jika ada anggota DPR yang terkait dalam OTT tersebut, dipastikan bahwa hal tersebut merupakan tindakan perorangan dan bukan tindakan lembaga DPR RI,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan 11 orang dengan bukti transfer Rp 2 miliar dan sejumlah mata uang asing Amerika Serikat (AS). Ia mengatakan uang tersebut diduga rencananya akan diberikan untuk seorang anggota Komisi VI DPR RI.

“Uang tersebut diduga rencananya diberikan untuk seorang Anggota DPR-RI dari Komisi yang bertugas di bidang Perdagangan, Perindustrian, Investasi (Komisi VI),” kata Agus kepada wartawan pada Kamis (8/8).