Kemendes PDTT

Angkat Nilai Tradisi, Kemendes Gelar Festival Adat dan Budaya

MONITOR, Ende – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten Ende sukses menggelar penguatan pranata adat dan budaya melalui ‘Festival Adat dan Budaya’ pada selasa (6/8) di lapangan pancasila jalan soekarno, kota Ende.

Sesditjen PDTU kemendes PDTT Sugito, pada acara pembukaan menyampaikan, Festival adat dan budaya untuk perdamaian yang digelar ini bertujuan untuk mengangkat nilai-nilai tradisi dalam budaya di masyarakat sebagai pengggerak utama memajukan daerah dan desa dalam pembangunan dengan mengutamakan kearifan lokal dan kohesi sosial dalam menciptakan kerukunan dan perdamaian.

“Kegiatan ini adalah ragam entitas masyarakat yang mesti di restorasi, dikembangkan dan dilaksanakan secara berkesinambungan karena acara festival adat dan budaya bukan sekedar serimonial belaka. Kegiatan ini mesti dijadikan momentum untuk membangkitkan semangat persatuan dan kesatuan” kata sugito.

Sugito menjelaskan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai sumber inspirasi yang turut menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan desa, sebagai wahana untuk melestarikan nilai-nilai adat istiadat dan budaya dan menjadi kohesi antar suku bangsa didalam negara kesatuan republik indonesia.

Undang-undang nomor 7 tahun 2012 tentang penanganan konflik sosial, menegaskan bahwa upaya penanganan konflik sosial di indonesia dilakukan melalui pendekatan pranata adat dan kearifan lokal.

Demikian juga undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa, yang menempatkan seluruh elemen masyarakat desa adalah pemegang kedaulatan dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan desa melalui musyawarah mufakat.

“Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus melibatkan semua elemen masyarakat, baik pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, pemuda dan masyarakat desa” imbuhnya.

Wakil bupati Ende Djafar H. Achmad mengatakan tema festival budaya untuk perdamaian di kabupaten ende ini adalah “ende ku satu, ende ku damai, di bumi pancasila ini damaiku untuk nusantara”.

Menurutnya, tema ini mengandung arti dan makna untuk merefleksi, memahami dan menyelami secara mendalam, tentang misteri dan sejarah perjuangan sang proklamator Bung karno, pada tahun 1934 ketika di asingkan ke ende yang memperoleh ilham dan menemukan 5 butir mutiara Pancasila di Kota Ende ini, sebagai perekat dan pemersatu bangsa Indonesia.

“Karena itu, saya minta seluruh masyarakat kabupaten Ende untuk pelihara, jaga dan pertahankan kondisi daerah yang aman dan damai ini, agar tidak di donai oleh siapapun, dan lawan jika ada yang memcoba untuk merusak tatanan persaudaraan, toleransi kerukunan umat beragama dan persatuan yang terbina selama ini,” katanya.

Dalam kegiatan festival pranata adat dan budaya kabupaten ende ini menampilkan parade budaya nusantara, tarian kolosal, midley lagu-lagu ende, pementasan teater Indonesia Tanah Air Beta, deklarasi damai, pementasan tarian pesona flores, doa bersama lintas agama, orkestra sato, pemukulan gong perdamaian dan tarian tradisional gawi massal.

Kegiatan festival pranata adat dan budaya menghadirkan segenap unsur dan tokoh di daerah seperti dari forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), tokoh agama, tokoh adat dan tokoh perempuan, tokoh organisasi pemuda dan masyarakat.

Recent Posts

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli: Perbedaan Adalah Kekuatan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…

22 jam yang lalu

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…

2 hari yang lalu

Sekjen Kemenag: Khairu Ummah Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Negara MABIMS

MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…

2 hari yang lalu

UIN Jakarta Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan melalui Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…

2 hari yang lalu

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

2 hari yang lalu