Tutup Masa Sidang, Ketua DPR: Check and Balances Jangan Sampai Hilang

20
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet)

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyarankan Presiden Jokowi dan Wak Presiden Ma’ruf Amin untuk melakukan seleksi dan simulasi dalam menentukan formatur kabinet pemerintahan ke depan.

Hal itu disampaikan Bamsoet dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI Penutupan Masa Sidang V Tahun 2018-2019, di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (25/7).

“​Kami memahami hari-hari ke depan adalah waktu yang tersedia bagi Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk melakukan seleksi dan simulasi mengenai format serta wajah kabinet seperti apa yang akan dibangun ke depan,” ucapnya.

Diharapkan Bamsoet, presiden memilih putra putri terbaik bangsa, baik itu berasal dari partai politik maupun non partai politik, agar akselerasi yang dibutuhkan dapat terpenuhi.

“Karena hak preogratif ada di tangan Presiden, maka pilihlah putera-puteri terbaik bangsa, baik yang berasal dari partai politik maupun non partai politik. Agar akselerasi pembangunan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dapat diwujudkan,” papar politikus Golkar itu.

Oleh karena itu, sambung Bamsoet, apapun format dan wajah kabinet mendatang, tidak menghilangkan sistem check and balance antara pemerintah dengan DPR agar tetap terjaga dengan baik, serta sesuai dengan amanat konstitusi. 

“Karena tegaknya mekanisme check and balance akan memperkuat sistem demokrasi dan pemerintahan itu sendiri. Kita memerlukan Pemeritahan yang kuat agar program pembangunan berjalan dengan efektif,” sebut Bamsoet.

“Tetapi pada waktu yang bersamaan kita juga memerlukan Parlemen yang bertenaga agar pengawasan berjalan dengan baik,” pungkasnya.