‘Tarik’ Gerindra Perkuat Posisi di Parlemen, Nasdem: Itu Bukan Alasan

122

MONITOR, Jakarta – Sekertaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Nasdem Jhonny G Plate menilai terlalu berlebihan jika pertemuan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kemudian dikaitkan dengan penambahan ‘penumpang’ baru dalam koalisi Indonesia Kerja (KIK) nanti.

Hal itu terkait dengan kian santernya pasca pertemuan di Teuku Umar menjadi langkah pasti masuknya Partai Gerindra dalam koalisi dalam rangka memperkuat jalannya pemerintah lima tahun ke depan.

“Kenapa harus masuk Gerindra dalam koalisi, alasannya apa? Kok ngotot begitu minta Gerindra masuk,” sebut Johnny kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, KAMIS (25/7).

Jhonny berpandangan, adanya alasan yang digunakan untuk manarik Gerindra ke koalisi dalam rangka memperkuat posisi di parlemen tidak dapat menjadi alasan. Pasalnya, sambung dia, dengan 60 persen suara yang diperoleh Jokowi-Ma’ruf sudah cukup dalam mengawal jalannya pemerintahan nanti.

“Sekarang 60 persen masih kurang kuat? Kita bilang, kita solid masih kamu khawatir. Sudah dibilang solid sehat dan kuat masih khawatir juga, kalau khawatir enggak akan ada selesainya. Jangan berpolitik kalau khawatir,” tegas anggota komisi XI DPR itu.

Oleh karena itu, Ia menilai jika pertemuan kedeua Ketum partai kemarin hanya sebatas silaturahmi antar dua sahabat lama. Yang dalam iklim demokrasi, hal tersebut sangat baik dan patut ditiru. 

“Kalau bertemu sesering mungkin lebih bagus lagi tapi dengan hormati dengan sikap politik masing-masing,” pungkasnya