Anies Tunaikan Janjinya Beri Rumah DP 0 Rupiah bagi Warga Jakarta

122
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat meluncurkan rumah samawa di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Jum'at (12/10). Foto : MONITOR

MONITOR, Jakarta – Gubernur Jakarta Anies Baswedan akhirnya merealisasikan janjinya pada saat kampanye. Janji itu terkait memberikan rumah DP 0 persen bagi warga Jakarta yang belum memiliki hunian.

Sebagai buktinya, program solusi rumah warga atau Samawa yang dikenal dengan Program DP 0 Rupiah telah memasuki tahap pengajuan permohonan kredit dan pemilihan unit.

Dan saat ini ada sekitar 1.790 orang yang lolos seleksi dan memenuhi syarat.

“Mereka yang memenuhi persyaratan akan segera diundang untuk melengkapi berkas permohonan pengajuan kredit dan memilih unit di lokasi Rusunami Klapa Village, Pondok Kelapa Jakarta,” ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Kelik Indriyanto, di Balaikota, Rabu (24/7).

Menurut Kelik, sesuai Peraturan Gubernur 104/2018, Program Samawa Rumah DP 0 Rupiah ditargetkan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) warga DKI Jakarta yang memenuhi persyaratan. Sehingga program ini menerapkan proses seleksi kepada calon penghuni, untuk memastikan kesesuaian dengan syarat yang ditetapkan sehingga peruntukan fasilitas hunian yang tepat sasaran.

“Dalam rangka melanjutkan penjelasan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, pada 8 Juli 2019 lalu tentang pembangunan fisik telah mendekati selesai,” ujarnya.

Kelik pun memaparkan bahwa, program Samawa atau Program Rumah DP 0 Rupiah adalah program fasilitasi pembiayaan oleh Pemerintah Provinsi untuk mengatasi masalah kepemilikan rumah.

Melalui program ini, sambung nya, Pemprov DKI menyediakan fasilitas pembiayaan kepemilikan dengan skema DP 0 Rupiah.

Dengan pemenuhan kebutuhan skema kepemilikan ringan untuk warga DKI Jakarta untuk bisa memiliki tempat tinggal yang layak, diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pada pendaftaran November 2018 lalu, sudah terdaftar sebanyak 2.359 orang. Setelah melalui proses seleksi dan verifikasi dokumen oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terdapat 1.790 orang yang memenuhi kriteria, yang akan diproses untuk tahap selanjutnya.

Ditempat yang sama Kepala UPT Fasilitasi Pemilikan Rumah Sejahtera, Dzikran Kurniawan, mengatakan, sebanyak 1.790 orang yang lolos dibagi dalam dua kategori prioritas, yaitu prioritas pertama 899 pendaftar dan prioritas kedua 891 pendaftar.

“Prioritas pertama adalah mereka yang telah menikah atau berkeluarga, karena program ini adalah untuk rumah pertama keluarga,” pungkasnya.