Pengamat: Kursi Ketua MPR Bisa Dimiliki Golkar, Jika Gerindra Tak Lakukan ini

Direktur IPR Ujang Komaruddin (dok: Hendrik Monitor)

MONITOR, Jakarta – Kursi empuk Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) saat ini sedang menjadi rebutan sejumlah partai politik (parpol), seperti Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, dan Partai Amanat Nasional (PAN). Diantara empat parpol tersebut siapakah nanti yang bisa merebut kursi Ketua MPR tersebut?

Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin, mengatakan kalau kursi ketua MPR bisa saja diduduki oleh Partai Gerindra.

Namun syaratnya, kata Ujang, partai besutan Prabowo Subianto tersebut harus mau dan sepakat untuk melakukan rekonsiliasi dengan presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Namun, apabila hal tersebut tidak ditempuh oleh Partai Gerindra, maka sambung Ujang, Gerindra harus merelakan kursi Ketua MPR tersebut diduduki oleh Partai Golkar.

“Kalau Gerindra ingin ngambil kursi Ketua MPR rekonsiliasi harus dilakukan. Sebab ada Golkar yang memang sudah menunggu kursi itu,” ujar Ujang dalam keterangannya, Senin (22/7).

Lantas, kenapa kursi Ketua MPR tersebut tak jatuh ke PKB?

“PKB kan sudah ada KH Ma’ruf Amin yang representasi dari NU. PKB kan lahir dari rahim NU,” jawab Ujang.

Namun demikian, kata Ujang, dinamika politik masih cair dan dinamis. Menurutnya segala kemungkinan bisa saja terjadi.

Ujang pun menggarisbawahi kursi ketua MPR akan sulit didapat lagi oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Pasalnya, daya tawar partai tersebut dinilai kecil ke kubu Jokowi.