Amien Rais Usulkan 55:45, PKB: Rekonsiliasi Jangan Dijadikan Ajang ‘Belantik’

31

MONITOR, Jakarta –¬†Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan DPP PAN Amien Rais bahwa rekonsiliasi harus disepakati dengan pembagian kekuasaan dengan porsi sebesar 55 persen banding 45 persen dengan Prabowo Subianto terus menuai polemik.

Ketua DPP PKB Jazilul Fawaid mengaku aneh dengan pernyataan Amien Rais yang dalam proses rekonsiliasi Jokowi-Prabowo justru mengedepankan bagi-bagi kursi jabatan.

Padahal, di dalam koalisi partai pendukung justru tidak mengedepankan hal tersebut.

“Begini, koalisinya Pak Jokowi ini sejak awal tidak pernah mempersyaratkan bagi-bagi kursi, PKB, Nasdem, PDIP, Golkar atau semua partai yang tergabung itu tidak mempersyaratkan bagi-bagi kursi. Ini aneh ada tamu baru datang itu malah ngatur-ngatur,” kata Jazilul kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (22/7).

Ia mengatakan jangan sampai proses rekonsiliasi pasca Pemilu 2019 kemarin dijadikan proses ‘dagang sapi’, sebab semangat dalam rangka memperbaiki suatu hubungan ini tidak dimaknai dengan upaya bagi-bagi kursi jabatan didalamnya.

“Kalau di kampung saya itu namanya Belantik (orang yang menjadi perantara pada jual beli ternak, seperti Sapi), itu orang dagang sapi, jangan lah bahwa misalkan porsi itu dijadikan bagian dagang sapi. Saya yakin Pak Amien Rais atau semua yang ada di sana berpikiran yang sama, jadi andai pun ada rekonsiliasi itu bukan bagi-bagi kursi,” papar dia.

“Rekonsiliasi itu bersama-sama membangun negara baik di dalam maupun di luar, kalau kemudian mempersyaratkan ini itu saya yakin Pak Jokowi dengan partai-partai koalisi akan keberatan dengan cara itu. Sebab dalam koalisi sendiri nggak pernah itu apa namanya berkoalisi dengan cara bagi-bagi kursi,”pungkas dia yang menegaskan Jokowi tidak akan suka dengan cara pola memandang negara seperti bagi-bagi kue seperti itu.