PSI: Gubenur Anies Tidak Usah Bangun Sentimen Lain Soal Bambu Getah Getih

62

MONITOR, Jakarta – Polemik mengenai pengalokasian anggaran sebesar Rp550 juta bagi bambu Getah Getih yang belum lama ini dibongkar di Bundaran HI terus menuai tanggapan.

Terlebih, Ikhwal pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam memberikan penjelasan justru menggunakan redaksional yang membangkitkan sentimen tertentu di publik.

Kenapa Pak Anies harus menyebut Tiongkok untuk menjelaskan soal anggaran Rp 550 juta anggaran yang digelontorkan?,” tanya Ketua DPP PSI Tsamara Amany dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/7).

“Menurut saya, apa yang dilakukan Pak Anies adalah narasi konsisten dalam upaya membangkitkan sentimen tertentu di mata publik,” tambahnya.

Menurut dia, harusnya Anies profesional dalam menjelaskan soal bambu yang memakan dana sebesar Rp 550 juta itu. Dia meminta Anies tidak membuat narasi ‘aneh-aneh’.

“Sebagai gubernur, Pak Anies profesional saja dalam menjelaskan,” tegasnya.

“Kalau menurutnya itu hanya untuk Asian Games ya sudah cukup jelaskan tidak usah membangun narasi aneh-aneh yang justru membangun sentimen lain,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, bambu Getah Getih dibongkar usai berdiri di Bundaran HI selama 11 bulan. Kritik lalu datang dari anggota DPRD DKI. Anies kemudian menjawab kritik tersebut. 

“Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu,” kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/7).