Rokhmin Dahuri kembali diusulkan masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf Amin

111
Kamis 20/12/2018: Prof. Rokhmin Dahuri sbg Ketua Umum GNTI (Gerakan Nelayan Tani Indonesia) memberikan sambutan pd Acara Penyerahan Paket Bantuan Lampu Tenaga Surya Hemat Energy (Solar Home System) dan PJU (Penerangan Jalan Umum) se Wilayah Sumatera di Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, Kamis (20/12/2018)

MONITOR, Jakarta – Pakar Ekonomi Maritim dan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof Rokhmin Dahuri kembali diusulkan masuk dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Setelah sebelumnya, Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia atau ADKASI yang mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mantan menteri kelautan dan perikanan itu masuk kabinet, kini usulan yang sama juga datang dari Amanah Perisai Nusantara.

Wakil Ketua Umum Amanah Perisai Nusantara, Ahmad Ahyar mengatakan alasan pihaknya mengusulkan Rokhmin Dahuri adalah karena selain sebagai pakar ekonomi maritim, Rokhmin juga menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman.

“Kami menilai Prof Rokhmin layak masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf. Untuk itu kami mengusulkan kepada Presiden Jokowi. Pemikiran-pemikiran beliau sangat berkesesuaian dengan program Pak Jokowi,” kata Ahyar di Jakarta, Jumat (19/07/2019).

Prof. DR. Rokhmin Dahuri, MS

Ahyar menilai, kepakaran Rokhmin di bidang kemaritiman bisa menjawab visi misi presiden khususnya terkait visi Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Rokhmin memahami dan mengetahui tentang kondisi masyarakat nelayan di pesisir dan pulau-pulau yang hampir semua kabupaten di Indonesia berada dalam garis kemiskinan,” ungkapnya.

“Kami lihat pada sosok beliau nasionalis dan religius serta berintegritas dalam keilmuan yang dimilikinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rokhmin Dahuri adalah merupakan guru besar IPB yang aktif diberbagai organisasi sejak menjadi mahasiswa diantaranya menjadi Ketua HMI Cabang Bogor (1980-1981) dan Ketua Lembaga Pertanian Mahasiswa Islam (LPMI) (1978-1979).

Rokhmin merupakan Magister Sains dari Program Pasca Sarjana IPB lulus 1986 di bidang Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Bapak empat putri ini berhasil menyelesaikan program Doktor bidang Ilmu Ekologi dan Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan dari School for Resources and Environmental Studies, Dalhousie University, Halifax, Nova Scotia, Canada pada tahun 1991.

Megawati bersama Rokhmin Dahuri usai menerima gelar Doktor HC dari Fuzhou University, Cina

Aktivitas masa kanak-kanaknya sampai sekarang selalu penuh dengan urusan laut dan ikan. Maka, sebagai anak nelayan, perhatian Rokhmin terhadap nelayan dan lautan amat besar.

Pada tempatnya pula bila ia dipercaya sejak September 1999 menjadi Dirjen Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan, dan akhirnya menjadi menteri memimpin Departemen Kelautan dan Perikanan pada masa Kabinet Persatuan Indonesia (Presiden KH. Abdurrahman Wahid) dan Kabinet Gotong Royong (Presiden Megawati Soekarnoputri) dari 4 Juni 2001 s/d 20 Oktober 2004.

Sebelum menjabat menteri, di almamaternya, ia memimpin Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, IPB (1996-1999). Ia juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Institut Pertanian Bogor (1998-1999). Selain itu, sejak 1997 sampai sekarang masih menjabat Ketua Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor.

Aktivitas profesi yang ia jalani, diantaranya: Anggota Dewan Riset Nasional (DRN), Ketua Dewan Pakar Masyarakat Perikanan Nusantara ( MPN ); Ketua Umum Ikatan Sarjana Oseanologi Indonesia (ISOI); Anggota “ICLARM Network of Tropical Fisheries Scientist”; Anggota Coastal Area Management and Planning Network, University of Rhode Islands, USA; dan Coordinator of Coastal Zone Management Network for Asia-Pacific Region, UNEP (United Nationas Environmental Programme).