Tak Terima Oposisi Disebut Mulia, Andi Arief: Ngapain Ikut Pemilu?

2695
Mantan Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief

MONITOR, Jakarta – Partai pendukung Prabowo-Sandi satu persatu akhirnya mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Tak terkecuali Prabowo Subianto, mantan Capres 2019 sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra ini bahkan mengatakan siap mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf kedepan.

Meskipun demikian, Prabowo dan beberapa politisi Gerindra tetap menginginkan untuk berperan di jalur oposisi agar demokrasi Indonesia seimbang. Ya, Prabowo sebelumnya mengatakan siap mendukung kebijakan pemerintah namun sesekali akan melontarkan kritik yang konstruktif.

Merespon hal itu, eks Wasekjen Demokrat Andi Arief menegaskan bahwa posisi oposisi yang dimaksud Prabowo tidak mempunyai daya tawar yang jelas. Andi mengatakan, seharusnya peran besar oposisi adalah menggulingkan pemerintah.

“Oposisi di luar pemerintahan itu harus punya daya tawar bisa menggulingkan pemerintahan. Itu makna oposisi sebenernya,” ujar Andi Arief dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/7).

“Kalau cuma mau menjadi oposisi konstruktif, masuk saja dalam koalisi pemerintahan. Bukankah dalam koalisi bisa berbeda tapi konstruktif?” tambahnya mempertanyakan.

Politikus yang gemar ‘berkicau’ di media ini menegaskan, tujuan oposisi tak lain untuk berkuasa. Bahkan, ia menampik istilah oposisi dikaitkan dengan kemuliaan.

“Kalau ada yang bilang jadi oposisi itu mulia, untuk apa ikut pemilu,” tandasnya.