Disdik DKI Imbau Kegiatan Orientasi Siswa Jangan Diwarnai Aksi Senioritas

32
Ilustrasi siswa sedang mengikuti proses pembelajaran

MONITOR, Jakarta – Masuk tahun ajaran baru, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono mengimbau agar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada siswa baru pada tahun ini tak diwarnai aksi senioritas dari kakak kelas.

Mantan Kadispora DKI Jakarta ini menginginkan agar warga sekolah untuk saling mengayomi agar tak ada lagi kelompok senior dan junior di semua tingkatan sekolah di Ibu Kota.

“Jangan (terjadi senioritas) tadi udah disampaikan bahwa mereka harus menyayangi sesama warga sekolah. Kakak sayangi yang baru masuk. Saling menghormati saling sayang. Tidak boleh ada lagi bullying. Kuncir 8 enggak usah. belajar aja udah yang bagus,” kata Ratiyono saat ditemui di SMPN 60 Tanah Abang Jakarta Pusat (15/7).

Bila tak ada kelompok-kelompok siswa yang terbangun berdasarkan tingkatan kelas maka hal ini tentu berimbas pada keaman sekolah dan tentu mempengaruhi tingakat prestasi peserta didik. Sebaliknya bila ada tekanan, maka para siswa baru itu bakal sulit berkembang

“Perlakukan adik-adiknya sebagai manusia. Hormati harkat dan martabatnya. lakukan itu dengan baik. Jadikan sekolah ini aman nyaman dan menyejukkan hingga mencerdaskan. Jangan ada tekanan, karena kalau anak tertekan mereka engak bisa berkembang,” pintanya.

Adapun kegiatan MPLS ini akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut. MPLS sediri digelar dengan pengawasan langsung dari para pengajar.

Kegiatan seperti ini dahulu bisanya diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Anggota Osis, lanjut Ratiyono hanya bersifat untuk membantu apabila diperlukan saja.

“Mereka tinggal belajar. Nanti Kepala Sekolah yang kasih laporan ke sudin masing-masing. Mudah-mudahan MPLS ini memberi kesan yang baik,” pungkasnya.