Filosofi Pertemuan Jokowi-Prabowo, Bamsoet Singgung Kondisi Munas Golkar

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet)

MONITOR, Jakarta – Pertemuan yang dilakukan Presiden Terpilih Jokowi dengan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto, di Stasiun MRT Lebakbulus terus mendapat tanggapan publik, terutama dari kalangan politisi.

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) misalnya. Ia mengatakan bahwa pemilihan tempat pertemuan di area publik memiliki filosofinya tersendiri. 

“Saya melihat pilihan menggunakan MRT adalah sebuah simbol yang punya makna filosofis tapi juga milenial. MRT adalah sebuah perjalanan dari suatu tempat ke tempat tujuan,” kata Bamsoet, Minggu (14/7).

“Sebelum sampai tujuan ada proses antrean, melewati stasiun-stasiun dan ada banyak lagi hal-hal yang dapat dimaknai sebagai sebuah peristiwa yang berkelanjutan,” tambahnya.

Masih dikatakan dia, para penumpang MRT tentu punya kepentingan tersendiri. Namun, mereka menaiki gerbong MRT dengan satu tujuan yang sama. 

Sehingga pertemuan Jokowi dan Prabowo di gerbong MRT menandakan keduanya punya tujuan yang sama demi kemajuan bangsa.

“Namun yang harus digarisbawahi, dalam MRT ada banyak orang dengan masing-masing kepentingan tapi tertib ikut aturan, ikut arahan, dalam satu rangkaian gerbong yang sama, yaitu gerbong MRT. Tidak ada perbedaan, yang ada persatuan,” ujar politikus Golkar tersebut.

Wakorbid Pratama Partai Golkar itu menyebut pertemuan Jokowi dan Prabowo di MRT menjadi simbol agar Indonesia tetap kuat dalam satu gerbong, yaitu NKRI. Lebih lanjut, ia pun menyinggung soal kondisi perbedaan pilihan jelang musyawarah nasional (Munas) Golkar mendatang.

“Sehingga menurut hemat saya, kalau hari ini masih ada perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi seperti di Munas Partai Golkar tapi disikapi dengan cara-cara otoriter, harus diluruskan, harus dilawan, seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya,” pungkasnya.