BERITA

Belum Ungkap Satu Aktor Pun, Tim Satgas Kasus Novel Baswedan Dinilai Gagal

MONITOR, Jakarta – Tim Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam rangka menyelidiki penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dinilai gagal.

Demikian disampaikan salah satu Anggota Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi, Wana Alamsyah dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (8/7).

“Tim Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh Kapolri (Jenderal) Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dinilai gagal,” kata Wana.

Menurut dia, hingga berakhirnya masa waktu yang telah ditentukan yakni enam bulan lamannya pasca resmi didirikan dan bekerja, belum mampu mengungkap satu aktor pun.

“Hingga batas waktu yang telah ditentukan yakni enam bulan pascaresmi didirikan, tim tersebut tidak dapat mengungkap satu pun aktor yang bertanggung jawab atas cacatnya mata kiri penyidik KPK tersebut,”sebut dia.

Satgas yang dibentuk melalui surat perintah yang terbit pada 8 Januari 2019  dan diteken oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu, sejak awal sudah diragukan pembentukannya.
Salah satunya, tim gabungan yang dibentuk Polri itu dinilai rawan konflik kepentingan.

“Sejak pertama kali dibentuk, masyarakat pesimis atas kinerja tim tersebut. Pertama, jika dilihat komposisi anggotanya, 53 orang diantaranya berasal dari unsur Polri,” papar dia.

“Selain itu, saat pertama kali kasus ini mencuat diduga ada keterlibatan polisi atas serangan terhadap Novel sehingga patut diduga akan rawan konflik kepentingan,”tambahnya.

Padahal selama ini, salah satu peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), pihaknya pernah mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membentuk tim independen untuk menuntaskan kasus Novel. Alasannya, karena Jokowi disebut berjanji memperkuat KPK.

“Proses pemeriksaan yang dilakukan oleh tim tersebut sangatlah lambat dan terkesan hanyalah formalitas belaka. Hal tersebut dapat terlihat ketika tim tersebut mengajukan pertanyaan yang repetitif kepada Novel Baswedan pada 20 Juni 2019 lalu. Selain itu, hasil plesir Tim ke Kota Malang untuk melakukan penyelidikan pun tidak disampaikan ke publik,” pungkasnya.

Recent Posts

Panglima TNI dan Kapolri Cek Langsung Pos Mudik Lebaran 2026 di Medan, Pastikan Pengamanan Maksimal

MONITOR, Medan — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo…

10 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Tambah 23 Juta Tabung LPG 3 Kg Pada Momen Libur Panjang Lebaran

MONITOR, Jakarta – Pada momen libur panjang  dan meningkatnya aktivitas masyarakat pada momentum Ramadan dan Idulfitri, Pertamina…

10 jam yang lalu

Hujan Deras Picu Genangan 30 Cm di Tol Jagorawi Arah Jakarta, Sejumlah Lajur Sempat Tak Bisa Dilalui

MONITOR, Jakarta — Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air setinggi sekitar 30 cm di Ruas Tol…

16 jam yang lalu

Dominasi Arah Trans Jawa, Pergerakan Kendaraan Mudik Tembus 1,8 Juta

MONITOR, Jakarta — Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat…

1 hari yang lalu

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1…

1 hari yang lalu

Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Lebih dari 2,1 Juta Kendaraan Melintas di Tol Jabodetabek dan Jawa Barat

MONITOR, Jakarta — Arus lalu lintas kendaraan selama periode mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 M di wilayah…

1 hari yang lalu