PA 212 Nilai Logis Kepulangan Habib Rizieq Jadi Salah Satu ‘Syarat’ Rekonsiliasi

2667
Capres 01 Jokowi-Ma'ruf dan Capres 02 Prabowo-Sandi usai melaksanakan debat capres.

MONITOR, Jakarta – Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin menilai apa yang diusulkan mantan Kordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar Simanjuntak agar rekonsiliasi dimanfaatkan untuk membawa pulang Habib Rizieq Syihab ke Indonesia, merupakan hal yang logis.

“Apa yang disampaikan Dahnil Anzar saya setuju dan itu sangat logis dan realistis berbicara tentang kemanusiaan,” kata Novel kepada wartawan,  Sabtu (6/7).

“Yang setiap warga negara Indonesia berhak atas kemerdekaan dirinya masing-masing di negara yang Berketuhanan Yang Maha Esa ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, menurut dia, masalah kepulangan Rizieq bukan salah satu yang perlu menjadi diperhatian. Sebab, pada saat Pemilu presiden 2019 kemarin, banyak ulama, tokoh, dan aktivis yang jadi korban kriminalisasi.

“Karena korban kriminalisasi bukan HRS saja akan tetapi banyak ulama, tokoh, dan aktivis yang merupakan wakil-wakil rakyat yang menyuarakan aspirasi rakyat sehingga membebaskan mereka dari kriminalisasi sama juga membebaskan negara Indonesia ini dari cengkraman penjajah,” sebut dia. 

Kendati demikian, sambung dia, terkait dengan rencana rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo pasca Pilpres kemarin, belum tentu Habib Rizieq setuju.

Bahkan, ia mengatakan para ulama akan musyawarah terlebih dahulu soal rekonsiliasi Jokowi-Prabowo.

“Permasalahan ini harus dimusyawarahkan antara Prabowo-Sandi dengan ulama, tokoh dan aktivis perwakilan alumni 212 serta simpatisannya agar terpenuhi rasa keadilan yang ada di masyarakat yang telah memberikan hak suaranya kepada 02,” pungkas dia.