Ilustrasi kilang minyak
MONITOR, New York – Pada Selasa pagi, harga minyak turun di perdagangan Asia. Turunnya harga minyak ini salah satunya disebabkan kekhawatiran akan lemahnya ekonomi global yang akan memperlemah permintaan komoditas.
Bahkan, kekhawatiran ini melebihi keputusan OPEC untuk memperpanjang pengurangan pasokan hingga Maret mendatang.
Dilansir dari Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 33 sen atau 0,5 persen, menjadi diperdagangkan di 64,73 dolar AS per barel pada pukul 00.34 GMT (07.34). Brent naik lebih dari dua dolar AS per barel pada Senin (1/7/2019) sebelum memotong keuntungannya di akhir perdagangan.
Sementara itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Agustus turun 48 sen atau 0,8 persen menjadi diperdagangkan di 58,61 dolar AS per barel, setelah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima minggu pada Senin (1/7/2019).
“Setelah selama dua setengah tahun pemangkasan produksi, dampak dari pemangkasan produksi kehilangan kekuatannya,” ujar Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York.
“Perang perdagangan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat dan sementara bank sentral global diperkirakan memberikan stimulus baru dalam beberapa bulan mendatang, aktivitas ekonomi terus cenderung lebih rendah,” demikian laporannya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia resmi merilis Daftar Jemaah Haji…
MONITOR, Yogyakarta - Kompetisi OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berbagai cabang…
MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…
MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…
MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…