MONITOR, Jakarta – Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menegaskan jika pihaknya tengah fokus mengikuti gugatan sengketa Pilpres yang diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa belum ada pertemuan ataupun kesepakatan politik yang dilakukan internal partai terkait dengan kemungkinan koalisi bersama kubu pengusung calon presiden Jokowi dan calon Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
“Kami saat ini fokus mengikuti keputusan MK. Jadi kalau ada rumor menyatakan ada pertemuan atau ada deal-deal, ada yang bilang wartawan tanya, bang dapat berapa menteri? Berapa wantimpres? Berapa duta besar? Itu tidak benar,” kata Andre kepada awak media, di Kawasan Jakarta Selatan, Selasa (25/6).
Kendati belum ada keputusan apapun diinternal partai, Andre mengaku tidak menutup kemungkinan jika dalam waktu yang tepat nantinya akan terjadi pertemuan antara Prabowo dengan Jokowi.
“Bicara rekonsiliasi, pertemuan dengan Pak Jokowi antara Pak Prabowo, pada suatu saatnya nanti di waktu yang pas, tentu insyaallah demi kepentingan bangsa dan negara dan demi silaturahim tentu akan ada,”pungkas Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) tersebut.
Sebelumnya diberitakan, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menyatakan Partai Gerindra pantas mendapatkan tawaran bergabung ke kabinet di periode 2019-2024. TKN mengatakan mereka menghormati Gerindra.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa terhadap korban insiden driver ojek…
MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak sebagian besar permohonan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor…
MONITOR, Bogor - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui…
MONITOR, Jakarta - Analis intelijen, pertahanan dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro menyerukan semua pihak untuk…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat fondasi ekonomi dan mewujudkan kemandirian industri nasional, Kementerian Perindustrian…
MONITOR, Jakarta - Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol), wafat dalam peristiwa demonstrasi di Jakarta.…