Dihadapan Wakil Rakyat Jakarta, Anies Curhat Kondisi Sampah Ibukota

52

MONITOR, Jakarta – Dihadapan para wakil rakyat Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Bawedan menceritakan kondisi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang saat ini dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah dari Ibukota.

Menurut Anies, kondisi TPST Bantar Gebang sudah hampir melebihi batas daya tampung. Sebagai solusinya, Anies mengatakan kalau Pemprov DKI berniat melakukan terobosan dalam pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA).

“Kami kira dengan teknologi FPSA ini menjadi sulusi tepat, ketika TPST Bantar Gebang sudah tidak bisa menampung sampah dari DKI,” ujar Anies dalam sidang Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait perubahan atas perda no 3 tahun 2013 tentang pengelolaan sampah, Senin (24/6).

Disebutkan Anies, TPST Bantar Gebang memiliki daya tampung maksimal sebesar 49 juta ton. TPST Bantar Gebang sendiri telah beroperasi sejak 30 tahun lalu dan telah menampung sampah sebanyak 39 juga ton (80 persen dari kapasitas TPST).

“Rata-rata volume sampah dari wilayah Jakarta yang terkirim ke TPST Bantar Gebang di tahun 2018 sebesar 7.452,60 ton per hari,” ujar Anies.

Anies menjelaskan, terkait daya tampung dari TPST sudah hampir melebihi batas, maka Pemrov DKI berniat melakukan terobosan dalam pengolaham sampah dengan menggunakan teknologi Fasilitas Pengolahan Sampah Antara (FPSA).

“Mendorong masyarakat untuk melakukan pengurangan dan penanganan sampah dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan,” ungkapnya.

Selanjutnya Anies berharap melalui terobosan ini Pemprov DKI dapat mengurangi 80 persen sampah yang masuk ke TPST Bantar Gebang.

“Dengan terobosan ini dapat memperpanjang daur hidup (lifetime) TPST Bantar Gebang,” pungkasnya.