MPR RI Ajak Kelompok Cipayung Jadi Garda Terdepan Tangkal Ideologi Transnasional

MONITOR, Jakarta –  Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menegaskan pentingnya kehadiran dan keberlanjutan organisasi kelompok Cipayung sebagai kawah candradimuka menghasilan calon-calon pemimpin bangsa untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal negara Pancasila ini.

Hal itu disampaikan Basarah yang juga ketua umum persatuan alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) saat menghadiri acara Halalbihalal Forum Alumni Kelompok Cipayung di Jakarta, sebagaimana dikutip dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/6).

“Semangat menjaga Indonesia dari segala ancaman ideologi transnasional yang dapat merusak persaudaraan kebangsaan Indonesia adalah keniscayaan dan kebutuhan bangsa saat ini,” kata Basarah.

Dikatakan dia, ancaman ideologi transnasional yang masuk ke Indonesia kerap memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi dan media sosial dengan menyasar generasi muda dan mahasiswa. 

“Sehingga, keberadaan ormas HMI, PMII, GMNI, PMKRI, dan GMKI di kampus-kampus menjadi penting untuk menangkal bekerjanya ideologi liberalisme dan ekstremisme agama dengan segala modus operandinya,” sebut dia.

Dalam acara tersebut dihadiri Korps Alumni HMI (KAHMI), Ikatan Alumni PMII (IKA PMII), Persatuan Alumni GMNI (PA GMNI), Senior GMKI, dan Forum Komunikasi Alumni PMKRI (Forkoma PMKRI) itu menegaskan kembali komitmen untuk menjaga dan mengawal semangat ‘Indonesia yang dicita-citakan’ sebagaimana isi Pembukaan UUD 1945.

Sementara itu, terbentuknya Forum Kelompok Cipayung merupakan kesepakatan para pimpinan organisasi Kelompok Cipayung untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Deklarasi itu ditandatangani oleh tiap Ketua Umum Kelompok Cipayung pada 22 Juni 1972 di Cipayung Bogor oleh Akbar Tanjung (Ketua Umum PB HMI), Abduh Padare (Ketua Umum PB PMII), Suryadi (Ketua Umum DPP GMNI), Kris Sinerkeytimu (Ketua Umum Presidium PMKRI), dan Binsar Sianipar (Ketua Umum PP GMKI).