Tak Akan Hadiri Sidang MK, Sandiaga Serahkan Sepenuhnya Pada Tim Kuasa Hukum

192

MONITOR, Jakarta – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno mempercayakan sepenuhnya proses hukum gugatan sengketa pemilihan presiden (Pilpres) 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) kepada tim kuasa hukum.


Bahkan, sambung dia, baik dirinya maupun Prabowo Subianto tidak akan menghadiri setiap jalannya persidangan hingga pada putusan majelis konstitusi tersebut.


“Kita sudah putuskan kita tidak akan hadir di Mahkamah konstitusi,” kata Sandi, di Kawasan Kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (16/6).
Kendati mengapresiasi para relawan yang masih mendoakannya. Akan tetapi, Sandi mengingatkan agar para pendukungnya untuk tidak hadir ke lembaga sembilan hakim konstitusi itu.


Hal itu untuk menjaga kondusifitas suasana politik dan keamanan di dalam negeri yang setiap saat tidak luput dari pantauan dunia internasional terhadap Indonesia.


“Jadi (yang pantau) bukan hanya masyarakat kita saja, tapi masyarakat Internasional juga adalah bagaimana situasi keamanan dan situasi ekonomi,” papar wakil gubernur DKI Jakarta nonaktif itu 
“Kalau situasi keamanan itu stabil tidak terlalu banyak gejolak, ekonomi kita akan mampu lebih banyak menarik investasi-investasi baik dalam negeri maupun luar negeri,” ungkapnya.


Oleh karena itu, Sandi menegaskan pihaknya akan menerima apapun keputusan majelis hakim atas gugatannya nanti. Bahkan, Sandi sempat kembali mengingatkan tiga pesan Prabowo.

“Pak prabowo sudah menyatakan 3 hal, pertama bahwa kita mengimbau pendukung untuk tidak datang berbondong-bondong ke kawasan sekitar Mahkamah konstitusi. Kedua adalah serahkan ini kepada majelis hakim, teman-teman kita tim hukum, dan serahkan juga kepada mahkamah konstitusi untuk bersidang.”


“Dan kami yakin prosesnya ini bisa akan memberikan hasil yang terbaik. Terakhir Pak Prabowo dan saya mempercayai bahwa nanti keputusan Mahkamah Konstitusi itu adalah putusan yang sudah final. Dan kita harus menerima apapun putusan itu,” pungkas dia.