Dituding Terjadi Kecurangan TSM, 69 Persen Masyarakat Justru Nilai Pemilu 2019 Jurdil

8421
Direktur Program SMRC, Sirojudin Abbas usai diskusi hasil survei nasional bertajuk 'kondisi Demokrasi dan Ekonomi Politik Nasional pasca peristiwa 21-22 Mei di kantor SMRC Menteng, Jakarta Pusat, Minggu

MONITOR, Jakarta – Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berujung sidang gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Itu lantaran kubu pasangan 02, yakni Prabowo-Sandiaga menilai dalam proses pemilu tersebut terdapat beberapa kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Ya, tudingan terjadinya TSM yang dilontarkan kubu 02 justru berbeda jauh dengan hasil survei terbaru Saiful Mujani and Consulting (SMRC), di mana hasil survei tersebut menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia percaya Pemilu 2019 berlangsung jujur, adil, bebas, langsung dan rahasia.

Direktur program SMRC, Sirojudin Abbas, memaparkan sebanyak 68-69 persen warga menganggap pemilu 2019 berlangsung jurdil.

‘Sementara masyarakat yang tidak percaya pemilu berlangsung jurdil sebanyak 27-28 persen,” kata Abbas saat memaparkan hasil surveinya di kawasan Menteng,┬áJakarta, Minggu (16/6).

Abbas melanjutkan, kepercayaan publik tentang kualitas pemilu tidak berbeda jauh dengan Pemilu 2004 dan 2009. Pada 2004, sebanyak 67 persen masyarakat menilai pemilu berlangsung jurdil. Begitu juga pada 2009, 70,7 persen masyarakat yakin pemilu berlangsung jurdil.

Di sisi lain, hasil survei juga menunjukkan adanya penurunan kepuasan dan kepercayaan masyarakat atas kualitas demokrasi seusai peristiwa kerusuhan 21-22 Juni lalu.

“Kepuasan atas kualitas demokrasi turun dari 74 persen pada April 2019 menjadi 66 persen pada Juni 2019.

SMRC mewawancarai 1.220 responden di seluruh Indonesia pada 20 Mei- 1 Juni. Adapun margin error 3,05.