Politikus PDIP : Usut Aktor Intelektual Upaya Pembunuhan 4 Tokoh Nasional

71

MONITOR, Jakarta – Anggota Tim Hukum TKN Jokowi-Amin, Arteria Dahlan, mengaku prihatin atas dugaan rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dalam aksi yang berujung pada kerusuhan pada 22 Mei yang terungkap oleh kepolisian.

Ia menilai skenario tersebut justru menunjukan kemunduran peradaban di tengah sistem demokrasi yang sedang berjalan saat ini.

“Saya prihatin atas tetungkapnya fakta rencana pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional, jelas ini merupakan kemunduran peradaban, mencoba utk mempertontonkan penyelesaian dengan menghadirkan aksi kekerasan bersenjata dengan target hilangnya nyawa,” kata Arteria kepada awak media, Rabu (29/5).

Tentu saja, sambung dia, skenario yang telah menetapkan target sudah merupakan serangan terhadap kedaulatan negara, dimana eksistensi negara justru kembali diuji dalam memastikan perlindungan terhadap para warga negaranya.

“(Kasus) ini tidak sederhana, ini merupakan serangan langsung terhadap kedaulatan negara, dimana existensi negara saat ini kembali diuji untuk memastikan dan menjamin hadirnya ‘perlindungan negara terhadap segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia’, tidak terkecuali terhadap 4 tokoh nasional tersebut,” papar dia.

Kendati demikian, politikus PDI Perjuangan itu mengapresiasi atas kerja keras dan cerdas para aparat penegak hukum in cash Polri yang mempu mengantisipasi upaya pembunuhan tersebut.

“Polri kan sudah berhasil menemukan 6 pelaku. Tapi dalam kasus seperti ini saya yakin ada aktor intelektual yang berada di belakang mereka. Dan ini yang harus diusut tuntas dan dicari siapa dalang dibelakangnya,” tegas anggota Komisi III DPR RI itu.

“Sebab, fakta hukumnya jelas, memang mereka itu pelaku, tapi atas diri mereka tidak diketemukan alasan yang kuat bagi mereka untuk menargetkan pembunuh terhadap 4 tokoh tersebut, selain fakta yang menyatakan mereka adalah orang bayaran yang tidak pernah kenaal dan tidak memiliki hubungan apapun dengan para tokoh tersebut,” pungkasnya.