Curhatan Anies, Pernah Dituding Intoleran hingga Jauhi Media Asing

939
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belakangan ini mengaku pernah dituding gubernur intoleran. Akibat tudingan itu, ia pun sempat menghindari media asing karena dirinya ingin membuktikan dulu bahwa cap gubernur intoleran yang dialamatkan kepada dirinya tidak benar.

“Setelah saya terpilih jadi Gubernur di Pilkada 2017, munculah framing kalau saya ini adalah sosok gubernur intoleran. Media asing pun mencoba meminta saya untuk diwawancara. Tapi saya tolak, karena saya punya keyakinan tudingan gubernur intoleran itu bakal hilang bukan dengan kata-kata melainkan dengan sebuah pembuktian dengan perbuatan dan waktu yang akan menjawab semuanya,” cerita Anies saat Anies saat berbuka puasa bersama wartawan di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati, Jakarta Pusat, Minggu (26/5).

Dikatakan Anies, akhirnya semua tudingan gubernur intoleran kepada dirinya benar-benar hilang setelah dia buktikan selama 1,5 tahun memimpin Jakarta dirinya bisa merangkul semua pihak.

“Semangat untuk bisa merangkul semua pihak di ibukota ini saya realisasikan dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak membeda-bedakan golongan atau siapapun,” terang Anies.

Bahkan Anies optimis jika di Jakarta persatuan bisa terwujud, maka hal itu bisa diterapkan pula oleh daerah lainnya di Indonesia.

“Semangat itu diwujudkan bukan dalam pembentukan citra, tapi di lapangan. Ini satu harapan bahwa bila Jakarta bisa bersatu insyaalah seluruh Indonesia bisa bersatu,” pungkasnya.