MUI Sayangkan Kerusuhan 22 Mei Nodai Kesucian Bulan Ramadhan

18
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi

MONITOR, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keprihatinan dan duka yang sangat mendalam atas terjadinya peristiwa kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok orang setelah penetapan hasil rekapitulasi Pemilu oleh KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari.

Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi mengatakan, peristiwa tersebut telah mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan korban luka-luka. Untuk itu, MUI menyampaikan takziyah dan bela sungkawa semoga almarhum husnul khotimah dan kepada keluarga korban semoga diberikan kekuatan dan kesabaran.

“Aksi kerusuhan tersebut merupakan bentuk tindakan brutal dan anarkhis yang bertujuan ingin menciptakan kekacauan, konflik dan perpecahan di kalangan masyarakat dengan cara memprovokasi dan mengadu domba diantara elemen bangsa,” tutur Zainut Tauhid, Kamis (23/5).

Ia menyesalkan, aksi kerusuhan yang dilakukan pada bulan Ramadhan itu telah menodai kesucian bulan yang sangat dimuliakan oleh umat Islam dan hukumnya haram.

“MUI meyakini kerusuhan yang terjadi bukan dilakukan oleh para pengunjuk rasa dan peserta demonstrasi, tetapi dilakukan oleh sekelompok orang yang berniat jahat menginginkan Indonesia terkoyak dan tercerai berai,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kondusifitas dan tidak terprovokasi melakukan aksi kekerasan dan tindak pelanggaran hukum lainnya.

“Tetap mengedepankan sikap santun, damai, dan akhlakul karimah dalam menyampaikan tuntutan aspirasinya,” seru Zainut.