Ketua DPR: jangan berikan ruang bagi para perusuh

17

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan rasa prihatin dan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka saat demonstrasi, pada 21-22 Mei 2019 kemarin.

Tercatat, setidaknya ada 8 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, baik dari sisi massa maupun dari aparat TNI-Polisi yang menjaga keamanan dan ketertiban.

“Bagi para korban jiwa semoga diberikan tempat yang layak disisi Allah SWT. Bagi yang luka-luka semoga lekas pulih kembali,” kata Bamsoet, Kamis (23/5).

“Mari sudahi penggunaan kekerasan dalam berdemonstrasi. Selain tidak ada gunanya, juga malah merugikan diri sendiri dan lingkungan sekitar,” tambahnya.

Bamsoet juga mengapresiasi massa demonstran yang sudah tertib dalam menyampaikan aspirasinya. Terhadap para perusuh yang sudah diamankan oleh aparat kepolisian, sambung dia, harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

“Jangan berikan ruang bagi para perusuh yang telah merusak aksi demonstrasi yang semula berjalan dengan damai. Proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku secara transparan,” papar dia.

“Agar masyarakat menyadari bahwa semua ada aturan mainnya. Bagi yang melanggar aturan harus berhadapan dengan hukum,” tegas Bamsoet.

Setelah aksi massa pada tanggal 21-22 Mei 2019 ini mereda, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap tidak ada lagi massa yang turun ke jalan. Bukan karena tidak boleh menyampaikan pendapat sebagaimana diatur dalam undang-undang, melainkan untuk mengantisipasi masuknya provokasi dari perusuh yang ingin melihat Indonesia hancur berantakan.

Dan, pada akhirnya rakyat jugalah yang menjadi korban, baik korban jiwa maupun harta akibat lumpuhnya aktivitas perekonomian.

“Alhamdulillah kondisi hari ini sudah berangsur tenang dan kondusif. Mudah-mudahan ketenangan ini terus berjalan. Mari kita akhiri konflik yang ada,” ujarnya.

“Sudah saatnya kita kembali bergandengan tangan dan merekatkan kembali persaudaraan serta persatuan bangsa yang sempat terkoyak,” pungkas Bamsoet.