Fahri Hamzah Sayangkan Sikap Aparat atas Penggunaan Pasal Makar

1108
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan sikap pemerintah melalui aparat kepolisian untuk melakukan ancaman yang ditujukan untuk menekan masyarakat dengan tuduhan makar.

Ia mengingatkan, jangan sampai justru tekanan yang menghambat aspirasi publik menjadi bendungan dan dapat meledak sehingga terjadi gerakan keras terhadap penguasa.

“Jangan sampai rakyat justru mencari bentuk (perlawanannya) sendiri, karena terus ditekan. Dan itu yang berbahaya sebenarnya,” kata Fahri kepada awak media, Selasa (21/5).

“Buat apa mengancam dan menggunakan kekuasaan untuk mengancam dan menekan. Sadarlah bahwa rakyat adalah tenaga yang permanen dalam sejarah negeri ini,” sambung dia.

Fahri mengumpamakan, layaknya air yang dibendung maka akan tetap mencari untuk bisa menerobos keluar dari penahannya. Karena itu, jika rakyat mulai disumbat, diancam, dan dikriminalisasi, rakyat akan melawan dan bisa menjadi bencana bagi semua.

“Itu seperti membangun tanggul dan dam bagi air yang selalu mengalir mencari titik terendah untuk diisi dan dikoreksi. Lihat saja, dam dan tanggul akan jebol dan air bah bisa saja datang menjadi bencana bagi kita semua,” sebut Anggota DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Sementara itu, menyingggung sejumlah penangkapan terhadap para aktifis yang dituduh aparat ingin melakukan makar?. Fahri berpandangan tidak ada kaitannya sangkaan makar terhadap sejumlah tokoh belakang ini oleh Kepolisian untuk menjerat seseorang.

“Saya hanya mengingatkan perlunya kedewasaan dan kekuasaan yang berwajah ramah,” pungkas Insiator Garbi itu.