KAHMI dorong Pemerintah manfaatkan sektor rill ekonomi kelautan dan perikanan

Diskusi Ramadhan, Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama Majelis KAHMI Nasional di Jakarta, Minggu (20/5/2019).

MONITOR, Jakarta – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar Diskusi Ramadhan, Ngabuburit dan Buka Puasa Bersama bertajuk “Harkitnas: Globalisasi, Tantangan Demokrasi dan Pembangunan Ekonomi” di Aula KAHMI Center, Jakarta, Minggu (20/5/2019).

Pakar Ekonomi Maritim sekaligus Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Prof Rokhmin Dahuri yang menjadi narasumber dalam diskusi tersebut mendorong pentingnya pemerintah memanfaatkan sektor rill khususnya di sektor keluatan dan perikanan.

“Sesungguhnya pertumbuhan PDB Indonesia bisa di atas 7 persen. Oleh karena itu, ia heran, dengan para pengamat ekonomi makro yang mengatakan Indonesia sulit PDB-nya sulit tumbuh 7 persen,” ujarnya.

“Kita ingin memberikan semangat bagi Presiden terpilih, ikhwal sektor ekonomi rill yang potensi. Terutama Di bidang ekonomi kelauatan,” tambahnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut menegaskan ada 11 sektor yang bisa dikembangkan mulai di sektor kelautan dan perikanan. Mulai dari perikanan tangkap, budidaya, industri bio teknologi keluatan, industri pariwisata bahari, industri energi dan mineral dan industri jasa maritim.

“Itu nilai ekonominya sekitar 1,4 Trilyun dollar. Artinya hampir satu setengah kali lipat dari PDB kita. Tenaga kerja 45 juta bisa dihasilkan. Artinya, tidak ada lagi pengangguran,” ujarnya.

Hadir sebagai pembicara lain dalam diskusi tersebut antara lain: Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika-Kemenlu, Desra Percaya yang menyampaikan bahasan tentang tantangan daya saing Indonesia dalam pusaran ekonomi dunia. Presidium Majelis Nasional KAHMI, Siti Zuhro tentang tantangan demokrasi pasca Pilpres 2019, dan Deputi Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kemeneg BUMN, Fajar Harry Sampurno mengenai peran strategis & penguatan BUMN dalam pembangunan nasional.