Marak Gepeng di Bulan Ramadhan, Begini Jurus Dinsos DKI

15
Ilustrasi gambar Dinsos DKI Jakarta mengamankan gelandangan di Ibukota (net)

MONITOR, Jakarta – Memasuki bulan Ramadhan, Ibukota kerapkali didatangi sekumpulan orang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Mereka biasanya nongkrong di pinggir jalan untuk mengharap belas kasih dari seseorang yang dermawan dengan menjadi gelandangan dan pengamen (gepeng).

Untuk mengatasi persoalan ini, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Irmansyah, mengatakan pihaknya telah menyebar 439 personel ke 279 titik yang biasa dijadikan tempat mangkal para PMKS. Contohnya seperti di kawasan Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan dan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Kita mempunyai 439 personil yang ditugaskan di lapangan memantau dan mengendalikan para gepeng ini,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/5).

Irmansyah menyebut, pihaknya telah menggelar operasi kepada para Gepeng itu sudah dimulai sejak sebelum bulan Ramadhan. Hal itu dilakukan agar mereka tak lagi berani masuk ke kawasan Ibu Kota.

“Satu titik penjagaan ditugaskan empat sampai lima orang petugas,” katanya.

Ia menjelaskan, saat pihaknya melakukan pembinaan ke PMKS, maka diketahui mayoritas domisili mereka itu berasal dari luar Ibu Kota. Karena di Jakarta sudah dilakukan pengawasan yang ketat, sehingga banyak gepeng menjalankan aksinya di daerah penyangga, seperti Depok dan Bogor.

“Karena di DKI Jakarta sangat ketat terhadap pemantauan dan penjagaan titik rawan, sekarang PMKS jalanan operasinya minggir ke daerah penyangga,” pungkasnya.