Ketua DPR RI: Islam dan NKRI Bukan untuk Dipertentangkan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menerima kunjungan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bahwa karakter dan gerakan moral intelektual yang didasarkan atas ajaran Islam bagi bangsa Indonesia harus tetap menjadi bagian spirit kesadaran sosial dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Bukan justru menambah permasalahan baru yang bisa menyulut api permusuhan.

“Mahasiswa Islam sebagai kaum intelektualitas punya tanggungjawab besar untuk tidak hanya berperan sebagai agent of change saja. Melainkan juga sebagai penjaga api semangat keindonesiaan di satu sisi, dan semangat keislaman di sisi yang lain,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/5).

“Saat tidak lagi menyandang status mahasiswa, tanggung jawab tersebut tak lantas padam begitu saja. Melainkan harus tetap dipelihara agar tetap menyala,” tambahnya saat menghadiri acara buka bersama Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam Indonesia (KAHMI).

Bamsoet yang merupakan Dewan Pakar KAHMI ini mengajak para anggota KAHMI tak melupakan nilai-nilai perjuangan yang telah mereka dapatkan selama berorganisasi di HMI. Islam dan Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah hal yang perlu dipertentangkan, melainkan menjadi kekuatan utama bagi bangsa Indonesia.

“Saat kuliah dahulu, saat berada di HMI, kita semua selalu mengecam ketidakadilan. Jangan sampai sekarang saat berada di KAHMI dan telah menjadi orang besar, justru kita menjadi sumber ketidakadilan itu sendiri,” ujarnya.

“KAHMI telah banyak mengantarkan anggotanya menjadi tokoh penting di republik ini. Mari bertanggungjawab terhadap jabatan yang telah diamanahkan,” pungkas politikus Golkar itu.