Pemilu 2019 Telan Banyak Korban, Ketua DPR RI Desak Pemerintah

70

MONITOR, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan belasungka atas banyaknya petugas yang menjadi korban jiwa dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2019.

Ia pun menghimbau agar dewan mencari tahu penyebab dan solusi kedepannya.

“Soal banyaknya petugas yang meninggal, kita tentu prihatin dan menyatakan belasungkawa yang dalam. Kita harus segera cari tahu penyebab dan solusinya,” kata Bamsoet saat menyampaikan pidato pembukaan masa sidang, di ruang rapat Paripurna, Senayan, Rabu (8/5).

Ia mengatakan, jatuhnya korban jiwa dari penyelenggara pemilu tidak hanya terjadi pada saat ini saja. Hal itu, sambung Bamsoet, merujuk pada pelaksanaan Pemilu 2014 lalu.

“Bukan hanya Pemilu 2019 ini saja yang memakan banyak korban petugas penyelenggara. Saat Pemilu 2014 yang tidak serumit sekarang jumlah kematian petugas KPPS berdasarkan data KPU mencapai 144 orang dan tanpa santunan,” terang dia.

Meskipun, dari berbagai informasi yang diperoleh dewan, sambung Bamsoet, selain faktor umur, riwayat kesehatan, beban kerja serta tekanan psikologis dimana semua pihak ingin menang juga ikut memberikan andil salah satu penyebab petugas di lapangan meninggal dunia.

Pun demikian, pimpinan dewan, kata Bamsoet mendesak pemerintah untuk segera merealisir pemberian santunan kepada keluarga korban maupun kepada para petugas KPPS yang menderita sakit.

“Pimpinan dewan meminta Kementerian Kesehatan untuk melakukan pengkajian mengenai sebab musabab banyaknya petugas penyelenggara yang meninggal dunia dan mengalami sakit,” pungkas politikus Golkar itu.