Soal Setan Gundul, BPN Ajak Demokrat ke War Room

1972

MONITOR, Jakarta – Juru Bicara BPN Andre Rosiade mengaku sudah mengundang Andi Arief beserta teman-teman dari Partai Demokrat untuk menyaksikan langsung real count yang sedang dan terus dilakukan BPN di War Room.

Undangan itu, buntut dari twett Andi Arief yang mengatakan bahwa koalisi Prabowo sudah mulai dikuasai elemen setan gundul, termasuk soal masuakan mengenai survei 62 persen Prabowo menang di Pilpres 2019.

“Saya ingin menegaskan dan saya sudah mengundang Andi Arif dan juga teman-teman pimpinan Partai Demokrat untuk datang ke BPN silahkan saksikan real count yang sedang dan terus dilakukan oleh BPN, silahkan cek war room BPN kepada teman-teman demokrat supaya teman-teman Demokrat tahu bahwa kita alhamdulilah sudah 70% lebih TPS, alhamdulillah Pak Prabowo masih unggul,” kata Andre, di Jakarta, Selasa (7/5).

“Harapan kami tentu teman-teman Demokrat bisa melihat langsung, datang langsung menyaksikan sehingga tahu bahwa petanya Pak Prabowo masih unggul di real count C1 kita,” tambahnya.

Lebih lanjut, ketika ditanyakan, dimana lokasi War Room milik BPN?. Andre enggan menyampaikannya kepada awak media.

“Itu urusan internal kami karena Demokrat teman koalisi kami kami ajak, ayo lihat keluar mohon maaf kami tidak bisa sampaikan di mana tempatnya karena memang sampai saat ini pimpinan tidak boleh mengizinkan menginformasikan ke media di mana tempatnya,” ujar dia.

Ia mengaku bahwa ada kekhawatiran adanya gangguan bila diketahui tampat War Room. Sebab, sambung dia, yang dihadapi bukan soal calon presiden petahana saja yang didukung partai koalisi dengan segala sumber daya yang dimilikinya.

“Sebagai pertahanan yang tidak pernah cuti dalam sejarah republik Indonesia, jadi beliau memegang kekuatan luar biasa dan mohon maaf makanya kami mendorong tim pencari fakta karena yang kami hadapi di lapangan bukan hanya partai koalisi kalau PDIP Golkar Nasdem itu bukan hal yang luar biasa Untuk dihadapi. Kami yakin bisa menghadapi partai koalisi,”papar Andre.

“Yang kami hadapi memberitahu ada indikasi aparat keamanan yang memanggil memanggil kepala desa supaya mendukung Pak Jokowi ada indikasi ASN dikerahkan jadi kalaupun nanti suatu saat Pak Jokowi menang itu bukan karena kerjanya Pak Jokowi hebat dan tata tulis nya karena patut diduga ada indikasi kekuatan negara yang bermain untuk memenangkan Pak Jokowi,” sebutnya.

“Makanya kami meminta buka tim pencari fakta seharusnya itu yang dilakukan oleh pemerintah saat ini bukan sibuk membuat pernyataan yang bikin gaduh dan meresahkan masyarakat,” pungkas Andre.