Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Mastuki
MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mengajak semua lapisan masyarakat agar menjadikan momen ramadan sebagai bulan untuk muhasabah dan saling mengintropeksi diri masing-masing.
“Di bulan suci ramadan ini, ayo kita bersama-sama merajut kembali kemajemukan dan bersatu kembali untuk memajukan bangsa Indonesia yang kita cintai,”kata Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag, Mastuki di Jakarta, Senin (6/5/).
Kata Mastuki, Ramadan harus dijadikan ajang untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas amal ibadah kepada Allah SWT. Selain itu ramadan pun bisa dijadikan ajang momentum untuk mempersatukan toleransi antar umat beragama.
“Masyarakat Indonesia ini majemuk baik agama, budaya, adat istiadat, etnik, maupun bahasa. Nah seperti yang saya katakan tadi jadikan lah ramadan sebagai momentum untuk meneguhkan persatuan dan memperkuat toleransi di antara sesama,”ajaknya.
Dijelaskan Mastuki, toleransi atau tenggang rasa dalam bulan ramadan untuk meniscayakan dua pihak atau lebih dalam frekuensi yang sama untuk saling menghormati. Dimana, ada rasa saling menghormati bagi yang menjalankan puasa dan yang tidak menjalankan puasa.
“Di Indonesia juga banyak saudara kita non-muslim yang juga tak dikenakan kewajiban berpuasa disini kita harus menghormati.Tapi sebaliknya, yang tidak berpuasa juga wajib menghormati dan menenggang rasa saudaranya yang tengah berpuasa,”pungkasnya.
MONITOR, Bogor - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division memohon…
MONITOR, Jakarta - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) setiap 2 Mei kembali menjadi momentum reflektif bagi…
MONITOR, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto mengumumkan serangkaian kebijakan perlindungan pekerja dalam peringatan Hari Buruh Internasional…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan peningkatan perlindungan pekerja di peringatan Hari…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya kebijakan yang melindungi…
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti sistem dan pengawasan yang lemah terhadap fasilitas…