TKN Bongkar Akal Bulus Tim Prabowo Terkait Ancaman People Power

25306
Juru Bicara Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily

MONITOR, Jakarta – Juru Bicara Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan ancaman people power yang kerap digaungkan oleh tim Kemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak bisa dianggap remeh. Menurutnya, pemerintah harus cepat mengantisipasi akan adanya ancaman tersebut.

Menurut Ace, skenario people power yang kerap dilontarkan dari kubu 02 diprediksi seperti skenario people power yang terjadi di Venezuela.

“Dari kacamata saya terlihat jelas tim 02 ingin mengulang skenario Venezuela dengan mobilisasi massa menentang presiden terpilih dan selanjutnya mengundang keterlibatan asing dalam masalah dalam negeri. Ini jelas manuver berbahaya bagi kedaulatan nasional dan masa depan demokrasi di negara kita,” ujarnya.

Politisi partai golkar itu menilai jika Bawaslu dan KPU tidak bisa mereka kendalikan, maka besar kemungkinan mereka menghalalkan segala cara dengan aksi demo yang mereka sebut people power tadi.

Lebih lanjut Ace menegaskan Indonesia bukan Venezuela. Jokowi menang dalam versi hitung cepat dengan sangat meyakinkan. Ini kemenangan atas hoax dan juga kemenangan atas ancaman otoritarian hidup kembali. Jadi jangan bermimpi Indonesia dibuat seperti Venezuela.

Tak hanya itu, Ace pun mengkritik pelaksanaan Ijtima Ulama III. Menurutnya Ijtima Ulama III adalah akal-akalan dan ugal-ugalan yang tujuannya justru menyesatkan umat.

“Saya melihat ini segala upaya dilakukan untuk tidak mengakui versi hitung cepat mulai dari delegitimasi KPU, meminta pemilu ulang sampai dengan meminta Pak Jokowi didiskualifikasi,” terangnya.

Bagi Ace, Ijtima’ Ulama III adalah manuver politik kalap dari Timses 02. Ace menyebut timses 02 tak siap kalah.

Anehnya, walaupun secara kasat mata mereka melakukan delegitimasi KPU, tapi justru mereka minta KPU-Bawaslu untuk mendiskualifikasi Pak Jokowi.

“Ini artinya mereka merengek-rengek pada lembaga yang kredibilitasnya sedang mereka hancurkan,” tegas Ace.

Acepun bicara soal skenario timses 02 jelang penetapan hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei nanti. Ace mengatakan ada sejumlah skenario.

“Ini semakin mengkonfirmasi skenario 02 menjelang 22 Mei, yakni meminta Bawaslu untuk mendiskualifikasi 01 dengan alasan kecurangan yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM),”bebernya.

Sejalan dengan itu, kubu 02 mengerahkan massa pendukungnya bermain presiden-presidenan. Skenario diskualifikasi ini ingin menjalankan skenario pilkada Kota Waringin Barat yang saat itu Bambang Widjajanto terlibat menjadi pengacara salah satu paslon.

“Dengan didiskualifikasi calon terpilih, maka calon penantang yang otomatis dilantik. Akal bulus ini jelas tidak punya pijakan obyektif karena kecurangan TSM yang mereka tuduhkan hanya ilusi tanpa fakta,”tandasnya.

Ace pun mengingat akan gertak sambel Prabowo pada saat sengketa tahun 2014 yang mengklaim membawa bukti berkontainer ke MK. Nyatanya hanya ilusi.

“Saat itu jangankan bukti kecurangan, mengumpulkan C1 saja plintat-plintut. Ngaku-ngaku punya real count, tempatnya tidak jelas entah di mana. Skenario kota Waringin Barat jelas halusinasi juga,”pungkasnya.