Sindiran Fahri Hamzah: Jangan Becanda soal Ibukota

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (dok: Instagram)

MONITOR, Jakarta – Wacana pemindahan Ibukota dari kota Jakarta ke wilayah Kalimantan semakin menguat. Usulan yang dikemukakan Presiden Joko Widodo itu rupanya tak berjalan mulus.

Sebagian pihak keberatan dengan usulan pemindahan Ibukota saat ini, bahkan dinilai hanya upaya pengalihan isu Pemilu serentak 2019. Pun demikian dengan Fahri Hamzah. Politikus PKS ini menekankan pemerintah jangan main-main soal pemindahan Ibukota.

“Jangan becanda soal Ibukota. Mindahin suara diam-diam, mindahin data diam-diam, mindahin Ibukota diam-diam,” sindir Fahri Hamzah, Kamis (2/5).

Fahri mengatakan, wacana memindahkan Ibukota adalah pekerjaan yang berat. Ia mengingatkan, dulu pemerintahan Jokowi-JK sempat menghentikan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) hanya karena kekurangan anggaran.

“Zaman Pak Jokowi dan Pak JK pemerintah menghentikan pemekaran DOB (Daerah Otonomi Baru) alasan gak punya uang. Bikin satu kabupaten aja gak punya uang, ini mau bikin ibukota,” kritiknya.

Menurut Wakil Ketua DPR RI ini, membangun ibukota bukan pekerjaan mandor atau kontraktor. Fahri mengatakan, itu merupakan pekerjaan intelektual dan negarawan.

“Kita punya masalah serius dan kita perlu orang serius… Jangan ngawur!” tegasnya.

Ia pun meminta pemerintah menghentikan wacana pemindahan Ibukota. Lebih tegas, ia meminta agar pemerintah lebih mengutamakan persoalan defisit BPJS supaya pelayanan kesehatan tidak terbengkalai, serta membayar gaji guru, mengangkat guru honorer, membangun ruang kelas dan memperbaiki sekolah.