Anies dan Ahok Saling “Serang” soal Penanganan Banjir Jakarta

57
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Masyarakat Jakarta saat ini sedang dipertontonkan dengan perang pernyataan yang dilontarkan oleh dua orang yang punya pengaruh di Jakarta. Mereka adalah mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan Gubernur Jakarta Anies Baswedan.

Keduanya terlihat saling “serang” pernyataan soal penanganan banjir di Jakarta.

Ahok menyinggung Anies soal penanganan banjir di Ibukota, Menurut Ahok, Anies hanya pintar berkata-kata.

Menurut Ahok, dirinya kurang memahami konsep naturalisasi yang diajukan Anies sebagai solusi mengatasi banjir di Jakarta.

“Mungkin soal kata-kata begitu, pak gubernur sekarang lebih pintar dari saya,” kata Ahok saat berkunjung ke Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2019).

Ahok pun menyebutkan kalau pompa dan tanggul yang sudah ada di Jakarta sebenarnya sudah bisa mengatasi banjir, jika ada air kiriman dari Bogor.

“Pompa yang dimiliki Pemprov DKI itu kalau menurut saya sudah oke untuk mengatasi banjir. Keberadaan tanggul juga sudah oke,” terangnya.

Tak hanya itu, Ahok pun mengaku selalu memerintahkan Dinas Sumber Daya Air untuk menyiagakan alat berat di sekitar pintu air Manggarai, agar ketika ada sampah kiriman menyumbat, langsung segera diangkut.

“Kita dulu selalu menyiagakan alat berat. Kalau saringan ketutup, volume air kan tak bisa turun cepat dan tentu pasukan oranye mesti berkeliling, pasukan biru mesti berkeliling,” papar Ahok.

Selain alat berat, pompa air juga selalu disiagakan sebelum hujan turun atau ketika cuaca terlihat mendung baik di Jakarta maupun di Bogor.

Menanggapi pernyataan Ahok itu, Anies pun angkat bicara, Anies justru mengatakan kalau banjir di era sebelumnya lebih parah dibanding banjir yang terjadi di beberapa pekan ini.

“Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk semua orang yang pernah bertugas di Jakarta dalam hal ini ada Pak Basuki (Ahok). Bagi saya, banjir yang terjadi kemarin belum ada apa-apanya bila dibandingkan jaman Pak Basuki,” ujar Anies di Balaikota, Kamis (2/5).

Sebab menurut Anies, pengungsi yang diakibatkan banjir yang melanda Jakarta belum lama ini sekitar 1.600 orang. Sementara banjir yang melanda Jakarta tahun 2015 saat jaman Ahok jumlah warga yang mengungsi mencapai 200.000 orang.

“Jadi Alhamdulilah saya belum mengalami masa sesulit beliau (Ahok),” terangnya.

Anies pun mengklaim kalau banjir di eranya sekarang hanya menerjang masyarakat Jakarta yang tinggal di sekitar bantaran kali.