Melihat Keberhasilan Desa Mandiri Benih

36
Ilustrasi

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka mendukung Program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia periode 2015-2019, dimana salah satunya adalah Mewujudkan Kemandirian Pangan dengan menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik sebagaimana yang tertera dalam 9 (Sembilan) Agenda Prioritas Pembangunan, maka penanggulangan kemiskinan pertanian dan regenerasi petani menjadi fokus utama pembangunan pertanian.

Kasubdit Pengawasan Mutu Benih, Direktorat Tanaman Pangan Kementan, Catur Setiawan menerangkan sasaran kedaulatan pangan adalah kemampuan bangsa mencukupi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri atau swasembada pangan. “Untuk tercapainya berdaulat pangan prioritas pembangunan pertanian yang harus terwujud adalah tercapainya sasaran produksi padi. Sesuai roadmap menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045, sasaran swasembada berkelanjutan untuk beras ditargetkan tercapai di 2016 dan dipertahankan sampai menjadi lumbung pangan dunia di tahun 2045,” paparnya.

Desa Mandiri Benih (DMB) merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pencapaian sasaran produksi dan merupakan salah satu upaya pemecahan masalah dari aspek perbenihan. Kegiatan DMB bertujuan untuk memberikan fasilitasi kepada kelompoktani, kelompok penangkar atau gabungan kelompoktani dengan kelompok penangkar dalam rangka meningkatkan kapasitas (Capacity Building) yang mampu memproduksi benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayahnya.

Program yang bergulir sejak 2015  hingga tahun 2017 ini berkontribusi nyata dalam upaya “penyediaan benih unggul bersertifikat”. Sampai saat ini, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan telah berhasil mengembangkan 1.313 unit DMB dengan produksi sebesar 39.549 ton dan rata-rata produktivitas sebesar 30,12 ku/ha. Data lebih rinci pada tabel 1.

Tabel 1. Produksi dan Produktivitas Benih DMB

No Uraian ahun Jumlah
15 2016 2017  
1 Target DMB (unit) 1.000 138 200 1.338
Realisasi DMB (unit) 994 119 200 1.313
2 Produksi Benih (ton) 29.809 3.619 6.121 39.549
3 Produktivitas rata-rata (ku/Ha) 29,80 30,41 30,60 30,12

Adapun bantuan yang difasilitasi pada kelompok penerima kegiatan DMB berupa sarana produksi (benih sumber, biaya sertifikasi, pupuk, biaya prosesing benih), peralatan pengolahan dan pengemasan benih (seed cleaner, sealer, troly, mesin jahit karung, kemasan dll), gudang dan lantai jemur.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan DMB sangat dirasakan manfaatnya oleh petani pelaksana DMB yang semula hanya berusahatani padi untuk konsumsi. Manfaat yang dirasakan antara lain meningkatnya pendapatan, kemampuan dalam penguasaan teknologi budidaya untuk penangkaran benih, kemampuan dalam manajemen pemasaran, manajemen keuangan dan manajemen organisasi, yang semuanya diperoleh melalui pelatihan-pelatihan yang telah diikuti oleh pelaksana DMB.

Sementara itu, Pengawas Benih Tanaman Ahli Madya D. Taliroso mengatakan manfaat lain yang dirasakan adalah kontribusi DMB dalam penyediaan benih unggul bersertifikat bagi petani sekitar maupun untuk memenuhi kebutuhan benih program pemerintah, yaitu dengan melakukan kemitraan dengan produsen benih Swasta maupun BUMN. Tetapi hal yang sangat penting kedepan adalah kemampuan pelaksana DMB untuk menjual produknya melalui pasar bebas (free market), sehingga tidak bergantung dengan program Pemerintah.

“Salah satu contoh keberhasilan pelaksanaan program DMB adalah di Gapoktan Empat Sehati Mandiri di Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Gapoktan ini merupakan penagkar benih padi sawah yang telah memulai usahataninya sejak Tahun 2006,” terangnya.

Ditambahkan oleh Retno Setianingsih, melalui kegiatan DMB yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015, gapoktan ini mengalami kemajuan pesat dalam pelaksanaan produksi benih bersertifikat. Pemberdayaan Gapoktan Empat Sehati Mandiri dalam proses produksi benih bersertifikat dapat dilihat pada data produksi dan data penyaluran benih.

Tabel 2. Data Produksi Empat Sehati Mandiri
Tabel 3. Data Penyaluran Benih dari Gapoktan Empat Sehati Mandiri

Berdasarkan data Tabel 2 dan Tabel 3, dapat dilihat adanya manfaat positif dari pelaksanaan program DMB. Adanya kerjasama dibidang produksi dan pemasaran dengan pihak PT Sang Hyang Seri dan PT. Pertani yang berdampak terhadap kontinuitas pengadaa benih bahkan sudah ada kerjasama dengan pedagang benih dari luar daerah. Penyaluran benih dilaksanakan ke penyaluran di Kabupaten Tanah Datar, di luar Kabupaten Tanah Datar bahkan hingga ke luar Provinsi Sumatera Barat yaitu ke  Provinsi Riau (Kampar, Pelalawan, Buton, Teluk Kuantan).

Dengan melihat Keberhasilan pengembangan DMB memberikan kontribusi positif terhadap penyediaan benih unggul bersertifikat. Melalui kegiatan DMB diharapkan akan tumbuh kembang kelompok tani/kelompok penangkar atau gabungan kelompok tani dengan kelompok penangkar yang mampu menyediakan benih untuk memenuhi kebutuhan benih di wilayah masing-masing.